Rupiah Tertekan ke Rp18.109 per Dolar AS di Tengah Eskalasi AS-Iran
2026-07-13 17:00 WIB · aindari

Rupiah melemah 44 poin pada perdagangan Senin seiring meningkatnya ketegangan AS-Iran dan kekhawatiran pasar terhadap inflasi global.
Nilai tukar rupiah berakhir melemah pada perdagangan Senin sore. Mata uang Indonesia turun 44 poin atau 0,24 persen ke posisi Rp18.109 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.065 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menyebut kedua negara saling melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone, sementara Teheran menargetkan fasilitas AS di kawasan Teluk pada Minggu (12/7) serta menyatakan kembali menutup Selat Hormuz.
Perkembangan tersebut menambah ketidakpastian atas kesepakatan sementara AS-Iran yang ditandatangani bulan lalu. Kesepakatan itu sebelumnya ditujukan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang setelah negosiasi lanjutan selama 60 hari.
Penutupan kembali jalur strategis tersebut memunculkan kekhawatiran baru mengenai tekanan inflasi. Kondisi ini juga memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, terutama setelah risalah rapat Juni menunjukkan sebagian pembuat kebijakan melihat ruang kenaikan suku bunga dan menyoroti risiko inflasi.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia pada hari yang sama juga melemah. JISDOR tercatat di Rp18.131 per dolar AS, turun dari posisi sebelumnya Rp18.069 per dolar AS.
Tag: rupiah, dolar AS, AS-Iran, Federal Reserve, JISDOR