Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Olahraga

Empat Medali Indonesia di Kejuaraan Panjat Tebing Remaja Asia, Dua Perunggu Terakhir dari Nomor Speed Relay

2026-08-26 06:12 WIB · aindari · 👁 833 dibaca

Indonesia mengakhiri World Climbing Asia Youth Championship 2026 di Guiyang dengan satu emas dan tiga perunggu, menempati peringkat keempat klasemen medali.

Indonesia menutup keikutsertaannya di World Climbing Asia Youth Championship 2026 dengan koleksi empat medali setelah dua pasangan atlet speed relay menyumbang perunggu pada hari terakhir perlombaan di Guiyang, China, Selasa. Pencapaian itu menempatkan Indonesia di posisi keempat klasemen perolehan medali kejuaraan panjat tebing remaja tingkat Asia tersebut.

Dua perunggu tambahan datang dari nomor speed relay putri U-17 dan putra U-19. Di kategori putri U-17, pasangan Naura Jasmine Rayya Syafiqa dan Keyzia Queenme Candley Riwoe mencatatkan waktu 18,81 detik di babak final dan berhasil mengalahkan wakil Korea Selatan untuk merebut podium ketiga. Sebelumnya, keduanya sudah menunjukkan potensi dengan menempati peringkat ketiga kualifikasi lewat waktu terbaik 16,82 detik. Medali emas dan perak di nomor ini sepenuhnya milik China, dengan tim China-1 mencatatkan 15,13 detik dan China-2 menyusul di 15,85 detik.

Di nomor speed relay putra U-19, Amirul Rizqi Febriansyah dan Malik Baqmuhyibar tampil konsisten sepanjang kompetisi. Keduanya masuk final sebagai peringkat kedua kualifikasi dengan waktu 10,96 detik, lalu mengamankan perunggu lewat catatan 11,09 detik di babak final. China kembali mendominasi dengan meraih emas di waktu 10,57 detik, sementara Korea Selatan finis kedua setelah salah satu atletnya mengalami jatuh. Kazakhstan dan Jepang masing-masing berada di posisi keempat dan kelima.

Dua perunggu dari speed relay itu melengkapi medali yang lebih dulu diraih Indonesia melalui nomor individu. Ardana Cikal Damarwulan menjadi bintang tim setelah merebut emas di nomor boulder putra U-17 dengan skor 69,7, mengungguli dua atlet dari Jepang dan Korea Selatan yang masing-masing mengoleksi 69,2. Itu menjadikan Cikal sebagai penyumbang satu-satunya medali emas Indonesia di kejuaraan ini.

Satu perunggu lainnya dipersembahkan Laksamana Krido Swarnabhumi dari nomor speed putra U-17. Krido mencatatkan waktu 5,43 detik di babak perebutan tempat ketiga — sekaligus rekor pribadi sekaligus podium pertamanya di kejuaraan panjat tebing tingkat Asia. Pencapaian itu menandai lompatan signifikan bagi atlet muda tersebut dalam karier internasionalnya.

Tag: panjat tebing, World Climbing Asia Youth Championship, speed relay, medali Indonesia, Guiyang 2026