Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Gaya Hidup

Gen Z Didorong Membawa Ide Sosial hingga Berdampak di Desa

2026-07-14 17:03 WIB · aindari

Panelis Genera-Z Berbakti 2026 menilai inovasi anak muda perlu dibuktikan lewat eksekusi, empati, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat desa.

Generasi Z dinilai memiliki peluang besar menjadi penggerak perubahan sosial, tetapi gagasan yang kuat saja belum cukup. Dalam konteks pemberdayaan desa, ide perlu diterjemahkan menjadi langkah yang mudah dijalankan, konsisten, dan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

Pesan itu mengemuka dalam babak final program inovasi sosial mahasiswa Genera-Z Berbakti 2026. Para panelis yang terdiri atas pakar dan figur publik menyoroti pentingnya keseimbangan antara kemampuan berpikir, kepedulian sosial, dan kesiapan turun langsung ke lapangan. Fokus kegiatan ini adalah mendorong mahasiswa agar tidak berhenti pada rancangan program, melainkan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat pedesaan.

Ilmuwan sekaligus wirausahawan sosial Tri Mumpuni menekankan bahwa ukuran penting dari inovasi pemberdayaan terletak pada kecocokan antara gagasan dan kemudahan pelaksanaannya. Menurut pelopor listrik mandiri di sejumlah wilayah terpencil Indonesia itu, anak muda perlu peka membaca persoalan sosial, lalu menyusunnya menjadi kegiatan yang praktis diterapkan, terutama di tingkat desa. Ia memandang generasi muda akan benar-benar layak disebut unggul bila kecerdasan, empati, dan karya nyata berjalan bersama.

Aktor Nicholas Saputra menyoroti sisi lain yang tidak kalah penting, yaitu kemampuan beradaptasi. Baginya, presentasi yang menarik baru menjadi bermakna ketika mampu bertahan menghadapi situasi lapangan. Program yang terlihat matang di tahap perencanaan tetap membutuhkan konsistensi dan keluwesan saat bertemu dengan realitas desa tujuan.

Dukungan terhadap semangat para finalis juga disampaikan EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn. Ia menilai anak muda saat ini menunjukkan daya kritis yang disertai kepekaan sosial. Hera menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan finalis dan berharap semangat tersebut terus berkembang menjadi dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Dalam program tersebut, empat dari delapan finalis Genera-Z Berbakti 2026 mendapat kesempatan menjalankan gagasan mereka di desa wisata binaan Bakti BCA. Lokasinya mencakup Desa Wisata Kreatif Terong di Kabupaten Belitung, Desa Wisata Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Desa Wisata Patakbanteng di Kabupaten Wonosobo, serta Desa Wisata Kakaskasen Dua di Kota Tomohon. Kesempatan ini menjadi ruang uji bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa inovasi sosial dapat hidup ketika ide, empati, dan adaptasi bergerak bersama.

Tag: Gen Z, inovasi sosial, desa wisata, pemberdayaan masyarakat, gaya hidup