Dua Atlet Panjat Tebing Indonesia Berlaga di Slovenia demi Peringkat Dunia dan Tiket Asian Games
2026-09-01 06:14 WIB · aindari · 👁 905 dibaca

FPTI mengutus Putra Tri Ramadani dan Alma Ariella Tsany ke World Climbing Series Koper untuk menjaga kuota kompetisi sekaligus mempertajam kesiapan menuju Asian Games 2026.
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyiapkan dua atletnya untuk tampil di World Climbing Series seri Koper, Slovenia, pada 4–5 September. Keikutsertaan ini bukan sekadar ajang pemanasan, melainkan bagian dari strategi ganda: mempersiapkan tim menghadapi Asian Games 2026 sekaligus menjaga posisi peringkat dunia agar kuota kompetisi musim depan tidak tergerus.
Dua nama yang diturunkan adalah Putra Tri Ramadani, yang akrab disapa Srondeng, di sektor putra, dan Alma Ariella Tsany di sektor putri. Keduanya akan bertanding di nomor lead perorangan, satu-satunya disiplin yang diperlombakan dalam seri Koper kali ini.
Manajer timnas panjat tebing Indonesia, Aries Susanti Rahayu, menegaskan bahwa hasil di Koper akan berdampak langsung pada posisi kedua atlet di klasemen dunia. Srondeng saat ini bertengger di peringkat lima dunia dan berpeluang menembus tiga besar jika tampil optimal. Sementara Alma berada di peringkat 32 dan masih memiliki ruang besar untuk mendaki tangga peringkat lebih tinggi.
Nama Srondeng sendiri sudah menorehkan sejarah di kancah internasional. Pada World Climbing Series seri Praha 2026 bulan Juni lalu, ia menjadi atlet Indonesia pertama yang meraih medali emas di nomor lead kejuaraan dunia. Capaian itu menjadikannya salah satu unggulan kuat di Koper, dan pelatih lead timnas, Amri, secara tegas menargetkan podium untuknya di nomor putra.
Berbeda dengan Srondeng yang dibebani target podium, keikutsertaan Alma di Koper lebih diarahkan untuk menambah jam terbang dan membiasakan diri dengan tekanan kompetisi internasional. FPTI menilai pengalaman bertanding di atmosfer yang ketat merupakan bekal penting agar Alma tampil lebih matang saat Asian Games 2026 tiba.
Amri menyampaikan bahwa pembiasaan terhadap lingkungan kompetisi yang kompetitif menjadi kunci agar para atlet terus mendorong batas kemampuan mereka di dinding panjat. Filosofi ini yang mendasari keputusan FPTI untuk aktif mengirim atletnya ke berbagai seri dunia meski Asian Games masih beberapa waktu ke depan.
Dengan dua agenda sekaligus — perburuan podium untuk Srondeng dan pembentukan mental kompetisi untuk Alma — FPTI berharap seri Koper menjadi batu loncatan yang solid dalam perjalanan panjang menuju Asian Games 2026.
Tag: panjat tebing, FPTI, Asian Games 2026, World Climbing Series, Putra Tri Ramadani