Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Sains

Pola Sepuluh Sisi Raksasa Muncul di Kutub Selatan Saturnus, Ukurannya Melampaui Diameter Bumi

2026-09-06 06:13 WIB · aindari · 👁 778 dibaca

Teleskop Hubble menangkap struktur atmosfer berbentuk decagon di kutub selatan Saturnus yang membingungkan para ilmuwan.

Saturnus kembali menyimpan kejutan. Teleskop luar angkasa Hubble berhasil mengabadikan sebuah pola atmosfer berbentuk sepuluh sisi — atau decagon — yang terbentuk di kutub selatan planet bercincin tersebut. Ukurannya melampaui diameter Bumi, menjadikannya salah satu struktur atmosfer paling mencolok yang pernah diamati di tata surya.

Temuan ini mengejutkan komunitas ilmiah karena pola geometris semacam itu jarang terbentuk secara alami di atmosfer planet. Sebelumnya, Saturnus sudah dikenal memiliki badai berbentuk heksagon — enam sisi — yang menetap di kutub utaranya dan telah dipelajari selama beberapa dekade. Kini, kemunculan decagon di kutub selatan menambah lapisan misteri baru tentang dinamika atmosfer planet gas raksasa ini.

Struktur decagon tersebut terbentuk dari pola gelombang atmosfer yang bergerak melingkar di sekitar kutub selatan Saturnus. Para ilmuwan menduga pola ini berkaitan dengan interaksi kompleks antara arus jet atmosfer dan rotasi planet, meski mekanisme pasti yang menghasilkan bentuk sepuluh sisi itu belum sepenuhnya dipahami. Fakta bahwa bentuknya berbeda dari heksagon di kutub utara menunjukkan bahwa kedua kutub Saturnus memiliki kondisi atmosfer yang tidak simetris.

Hubble memainkan peran kunci dalam pengamatan ini. Teleskop yang telah beroperasi selama puluhan tahun itu masih mampu memberikan citra tajam dari objek-objek di tata surya luar, memungkinkan ilmuwan mendeteksi detail atmosfer Saturnus dari jarak ratusan juta kilometer. Pengamatan semacam ini penting untuk memahami bagaimana planet-planet raksasa membentuk dan mempertahankan struktur cuaca dalam jangka panjang.

Bagi para peneliti, perbandingan antara decagon di selatan dan heksagon di utara membuka pertanyaan mendasar: mengapa dua kutub pada planet yang sama bisa menghasilkan geometri yang berbeda? Jawabannya kemungkinan tersimpan dalam perbedaan musim, paparan sinar matahari, dan komposisi lapisan atmosfer di masing-masing kutub. Saturnus memiliki siklus musim yang panjang — sekitar 29 tahun Bumi — sehingga setiap kutub mengalami periode siang dan malam yang sangat berbeda dalam rentang waktu tersebut.

Temuan ini memperkuat pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap planet-planet di tata surya, bahkan setelah misi seperti Cassini berakhir. Dengan Hubble dan instrumen generasi berikutnya, ilmuwan berharap dapat melacak evolusi pola decagon ini dari waktu ke waktu dan menentukan apakah struktur tersebut bersifat permanen atau hanya fenomena sementara.

Tag: Saturnus, Teleskop Hubble, decagon, atmosfer planet, tata surya