Esports Berkembang Jadi Penggerak Ekonomi Digital Indonesia, Pasar Gim Capai Rp32 Triliun
2026-09-07 06:08 WIB · aindari · 👁 1,3rb dibaca

Industri esports Indonesia kian diperhitungkan sebagai bagian dari ekosistem digital nasional, seiring pasar gim yang menembus angka puluhan triliun rupiah.
Industri esports di Indonesia tidak lagi sekadar hiburan semata. Perlahan namun pasti, sektor ini menjelma menjadi salah satu komponen penting dalam ekosistem industri digital nasional, membuka peluang ekonomi sekaligus profesi baru bagi generasi muda.
Angka yang beredar di industri ini cukup mencolok. Pasar gim Indonesia tercatat menembus nilai Rp32 triliun, sebuah besaran yang menempatkan esports sebagai salah satu penggerak ekonomi digital yang layak diperhitungkan. Nilai tersebut mencerminkan betapa besarnya ekosistem yang tumbuh di balik layar turnamen dan kompetisi daring yang kini rutin digelar di berbagai penjuru negeri.
Geliat industri ini juga terlihat dari keterlibatan berbagai pihak, termasuk asosiasi dan lembaga pemerintah. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet dan Multimedia Telekomunikasi (ASPIMTEL) misalnya, menggelar turnamen esports sebagai bagian dari perayaan Hari Bhakti Postel — sebuah langkah yang mencerminkan pengakuan institusional terhadap esports sebagai kegiatan yang bernilai lebih dari sekadar permainan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) turut menyoroti potensi esports dalam membuka jalur profesi di industri kreatif digital. Bagi anak muda Indonesia, arena esports kini bukan hanya soal berkompetisi di depan layar, melainkan juga pintu masuk ke berbagai pekerjaan di sektor kreatif — mulai dari manajemen tim, produksi konten, hingga penyelenggaraan acara bertaraf nasional maupun internasional.
Perkembangan ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong transformasi digital secara menyeluruh. Esports dilihat bukan sebagai fenomena pinggiran, melainkan sebagai bagian dari rantai nilai industri digital yang lebih luas — menghubungkan pengembang gim, platform streaming, sponsor korporat, hingga komunitas pemain di tingkat akar rumput.
Meski demikian, pertumbuhan industri ini masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk perlunya regulasi yang lebih jelas, infrastruktur digital yang merata, serta ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan talenta esports secara profesional. Tanpa fondasi tersebut, potensi besar yang ada berisiko tidak terserap secara optimal oleh pelaku industri lokal.
Dengan nilai pasar yang terus tumbuh dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, esports tampaknya akan semakin mengukuhkan posisinya dalam peta ekonomi digital Indonesia ke depan.
Tag: esports, industri digital, pasar gim, ekonomi kreatif, Komdigi