Air Mata dan Janji Terpenuhi: Celine Dion Gelar Konser Penuh Pertama Setelah Enam Tahun Absen
2026-09-13 17:03 WIB · aindari · 👁 899 dibaca

Diva asal Kanada itu kembali ke panggung konser penuh di Nanterre, Prancis, setelah berjuang melawan sindrom langka yang hampir mengakhiri kariernya.
Celine Dion akhirnya menepati janjinya kepada para penggemar. Pada Sabtu malam, 12 Juli 2026, penyanyi berusia 58 tahun itu tampil dalam konser penuh pertamanya di Plenitude Arena, Nanterre, Prancis — mengakhiri absen panjang sekitar enam tahun yang dipicu pandemi COVID-19 dan perjuangan kesehatannya yang berat.
Momen pembuka malam itu langsung menyentuh hati. Ketika Dion mulai menyanyikan "On Ne Change Pas", lagu dari tahun 1998, ia tiba-tiba berhenti sejenak. Tampak jelas ia berusaha menahan emosi — menyeka air mata, meletakkan tangan di dada, lalu menyatukan kedua telapak tangannya sebagai isyarat terima kasih kepada ribuan penonton yang memadati arena. Setelah momen haru itu berlalu, ia melanjutkan lagu tersebut hingga selesai, kemudian membawakan "Destin", hits era 90-an lainnya.
Di sela penampilan, Dion menyapa penonton dalam bahasa Prancis dan Inggris. Ia menyampaikan rasa syukur atas kehadiran penggemar dari berbagai penjuru dunia, menyebut malam itu sebagai sesuatu yang luar biasa karena akhirnya bisa bersama kembali. Ia juga mengingatkan janji yang pernah ia ucapkan — bahwa ia akan kembali ke panggung — dan menegaskan bahwa malam itu adalah pembuktiannya. Sebelum menutup sambutan, ia membawakan "Because You Loved Me" (1996) sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan dan kesabaran para penggemarnya selama ini.
Konser di Nanterre ini merupakan bagian dari rangkaian 26 pertunjukan menetap Dion di Plenitude Arena. Terakhir kali ia menggelar konser penuh adalah pada Maret 2020 di New Jersey, Amerika Serikat. Sisa tur saat itu dihentikan akibat pandemi, dan jadwal yang sudah diatur ulang pun akhirnya dibatalkan setelah Dion didiagnosis mengidap Stiff-Person Syndrome pada 2022 — gangguan autoimun dan neurologis langka yang dapat memicu kekakuan otot parah, gangguan mobilitas, kejang menyakitkan, hingga sesak napas.
Meski demikian, Dion tidak sepenuhnya menghilang dari publik. Ia sempat tampil di kaki Menara Eiffel saat upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024, serta di peragaan busana "1001 Seasons of Elie Saab" di Arab Saudi pada tahun yang sama. Namun kedua penampilan itu bukan konser penuh — menjadikan malam di Nanterre sebagai tonggak penting dalam pemulihannya.
Persiapan menuju comeback ini tidaklah ringan. Dalam wawancara dengan Harper's BAZAAR yang terbit Agustus lalu, Dion mengungkapkan bahwa ia menjalani kombinasi terapi fisik dan vokal, imunoterapi, serta mengonsumsi obat-obatan baru. Ia juga rutin berlatih Pilates tiga kali seminggu dan mengikuti kelas balet. Semua itu dilakukan demi satu tujuan: membuktikan kepada para penggemarnya bahwa ia benar-benar kembali.
Tag: Celine Dion, konser, Stiff-Person Syndrome, hiburan musik, comeback