Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Xi Jinping Tawarkan Komunitas AI Open Source BRICS, China Siap Pimpin Ekosistem Digital Bersama

2026-09-15 06:02 WIB · aindari · 👁 667 dibaca

Presiden China mengusulkan tiga inisiatif teknologi di KTT BRICS ke-18, termasuk pembentukan komunitas AI sumber terbuka yang menempatkan China sebagai pelopornya.

Di tengah KTT ke-18 BRICS yang berlangsung di New Delhi, India, Presiden China Xi Jinping menawarkan sejumlah inisiatif konkret di bidang teknologi kepada negara-negara anggota. Tiga usulan utama yang disampaikan dalam sesi kedua sidang pleno pada Minggu (13/9) itu mencakup inisiatif AI berbasis open source yang inklusif, kerja sama industri digital, serta kolaborasi di sektor manufaktur cerdas.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menjelaskan bahwa Beijing berkomitmen menjadi pelopor dalam membangun komunitas AI open source di lingkup BRICS. Selain itu, China juga akan mengembangkan ekosistem digital berbasis komputasi awan untuk seluruh anggota kelompok, sekaligus meluncurkan program pertukaran pemuda yang berfokus pada inovasi sains dan teknologi.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari komitmen China mendukung negara-negara Global South agar memiliki kapasitas yang memadai dan memperoleh manfaat yang setara dari perkembangan teknologi baru. Pendekatan open source dipilih sebagai jalan tengah agar akses terhadap kecerdasan buatan tidak hanya dinikmati negara-negara maju, melainkan dapat dimanfaatkan secara luas oleh ekonomi berkembang.

KTT BRICS ke-18 sendiri mengangkat empat pilar utama sebagai respons atas berbagai tantangan global, yakni ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan — termasuk dalam menghadapi meningkatnya ketegangan geopolitik. KTT ini dihadiri sejumlah pemimpin dunia, antara lain Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Perdana Menteri India Narendra Modi sebagai tuan rumah, serta perwakilan dari Brasil dan Arab Saudi.

Dalam konteks yang lebih luas, Xi Jinping juga menegaskan pentingnya BRICS berdiri di sisi sejarah yang benar dengan menjadi pelopor pembangunan berbasis inovasi, memprioritaskan perdamaian, dan mendorong reformasi tata kelola global. Ia menyebut dua dekade perjalanan BRICS dengan tiga ungkapan: kemandirian, kebersamaan, dan hasil nyata yang bermanfaat.

Tahun depan, China akan mengambil alih keketuaan BRICS dan menjadi tuan rumah KTT ke-19. Rotasi kepemimpinan BRICS berlangsung setiap tahun mengikuti urutan huruf akronimnya, di mana negara pemegang keketuaan berhak menetapkan prioritas agenda, menyelenggarakan KTT tahunan, serta memimpin pertemuan tingkat menteri dan kelompok kerja.

Saat ini BRICS beranggotakan 11 negara — Brasil, China, Mesir, Ethiopia, India, Iran, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab — yang secara kolektif mewakili sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen PDB global, dan 26 persen perdagangan internasional. Kelompok ini juga telah menerima sejumlah negara mitra baru, termasuk Malaysia, Vietnam, Kazakhstan, dan Nigeria.

Tag: BRICS, kecerdasan buatan, open source, China, teknologi digital