IRGC Ancam Serang Pangkalan Musuh di Timur Tengah Usai Tutup Selat Hormuz
2026-07-12 · aindari
Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam menyerang pangkalan-pangkalan musuh di kawasan Timur Tengah jika terjadi agresi lanjutan, menyusul penutupan Selat Hormuz.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan musuh di Timur Tengah apabila terjadi agresi lanjutan terhadap Iran. Ancaman ini disampaikan menyusul keputusan IRGC menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis di kawasan tersebut, sebagaimana dilaporkan Press TV.
IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz setelah sebuah kapal tak dikenal berupaya melintasi selat dengan sistem identifikasi dimatikan dan menggunakan jalur yang tidak sah. Korps elite Iran menegaskan bahwa selat tersebut akan tetap ditutup hingga intervensi Amerika Serikat di kawasan berakhir. "Jika musuh melakukan tindakan agresi baru terhadap kami, tindakan itu akan dibalas dengan respons yang keras, dan pangkalan-pangkalan musuh lainnya di kawasan akan menjadi sasaran," demikian pernyataan IRGC.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Rabu (8/7) mengonfirmasi bahwa AS telah melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran dengan menargetkan aset militer Iran di Selat Hormuz. CENTCOM menyatakan serangan tersebut dilakukan atas arahan Panglima Tertinggi guna melemahkan kemampuan Iran mengancam kebebasan navigasi di selat tersebut. AS juga meminta Iran bertanggung jawab atas agresi terhadap kapal-kapal niaga dan awak sipil di jalur pelayaran internasional.
Sebelumnya pada Rabu pagi, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku. Beberapa jam kemudian, media Iran melaporkan terdengar ledakan di sejumlah kota di wilayah selatan negara itu. Situasi di kawasan Timur Tengah terus memanas seiring eskalasi ketegangan antara kedua negara.
Tag: IRGC, Selat Hormuz, Iran, Amerika Serikat, Timur Tengah
Sumber: tautan asli