Rano Karno: Kreativitas dan Kekayaan Intelektual Jadi Pilar Ekonomi Jakarta di Panggung Global
2026-09-17 17:01 WIB · aindari · 👁 420 dibaca

Wagub DKI Jakarta menegaskan karya kreatif warga harus dilindungi dan diberi ruang bertemu pasar dunia, bukan sekadar jadi pelengkap investasi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan bahwa kota ini tidak cukup hanya membuka diri untuk investasi dan perdagangan. Kreativitas warga serta kekayaan intelektual yang mereka hasilkan, menurutnya, sama pentingnya untuk didorong agar bisa bersaing di tingkat global.
Pernyataan itu disampaikan Rano dalam ajang Jakarta International Investment, Trade, Tourism, and SMEs Expo atau JITEX 2026 yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis. Ia menyebut Jakarta harus menjadi tempat di mana karya lahir, tumbuh, dan akhirnya menjangkau pasar dunia.
Salah satu wujud nyata dari semangat itu adalah masuknya Festival Kekayaan Intelektual (FKI) ke dalam rangkaian JITEX 2026. Rano menjelaskan bahwa dua kegiatan ini saling mengisi: JITEX membuka jalur menuju investasi dan pasar global, sedangkan FKI membawa dimensi kreativitas ke dalam ekosistem yang sama. Dengan kata lain, ketika berbicara soal ekonomi Jakarta di mata dunia, produk dan modal bukan satu-satunya ukuran — karya cipta pun masuk hitungan.
Rano menggambarkan bagaimana sebuah karya bisa berkembang melampaui bentuk asalnya. Sebuah buku, misalnya, berpotensi diadaptasi menjadi film, melahirkan musik dan soundtrack, lalu berkembang menjadi berbagai peluang ekonomi lain. Satu karya, katanya, bisa menempuh perjalanan yang panjang dan berlapis.
Namun di balik potensi itu, Rano mengingatkan soal ancaman yang kerap diabaikan: perlindungan hak cipta. Ia menekankan bahwa di era global saat ini, mengabaikan hak kekayaan intelektual bisa berakibat serius. Mengurus hak cipta, menurutnya, bukan formalitas semata, melainkan cara untuk mendapatkan kepastian hukum, bukti kepemilikan resmi, dan perlindungan dari plagiarisme.
JITEX 2026 sendiri berlangsung pada 16 hingga 19 September 2026 di JIEXPO Kemayoran, diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan. Ajang ini dirancang untuk mempertemukan produk-produk Nusantara dengan pasar, pembeli, investor, dan mitra usaha dari berbagai penjuru.
Rano berharap JITEX tidak berhenti sebatas forum transaksi bisnis, melainkan berkembang menjadi penggerak lahirnya peluang baru, kesepakatan usaha, serta pertumbuhan pariwisata Jakarta menuju pasar global. Target transaksi dari gelaran ini sebelumnya disebut mencapai Rp16 triliun.
Tag: JITEX 2026, Rano Karno, kekayaan intelektual, ekonomi kreatif, Jakarta