Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Olahraga

Sumaya Melaju ke Final Teqball Asian Games, Incar Emas Dua Tahun Usai Beralih Cabang

2026-09-19 17:12 WIB · aindari · 👁 447 dibaca

Hanya dua tahun berlatih teqball setelah meninggalkan sepak takraw, Sumaya membawa Indonesia ke partai puncak nomor tunggal putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Perjalanan singkat namun penuh tekad. Itulah yang menggambarkan kiprah Sumaya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Atlet teqball putri berusia 21 tahun itu memastikan tempat di babak final nomor tunggal putri setelah mengalahkan wakil India, Quimcy Joaquim Dsouza, dalam pertandingan tiga gim di Nagoya City Higashi Sports Center, Jepang, Sabtu.

Kemenangan itu bukan sekadar tiket ke final. Medali yang sudah terjamin dari hasil semifinal ini sekaligus menjadi pencapaian terbesar Sumaya di level internasional, sekaligus medali pertama Indonesia dari cabang teqball sepanjang keikutsertaannya di Asian Games.

Yang membuat prestasi ini kian menonjol adalah latar belakang Sumaya. Ia baru mengenal teqball sekitar dua tahun lalu, setelah sebelumnya menekuni sepak takraw. Sejak beralih cabang, ia menjalani sesi latihan setiap hari tanpa jeda. "Hidup saya untuk teqball. Setiap hari, pagi, siang, dan sore," ungkapnya usai pertandingan.

Jalan Sumaya menuju final tidak mulus. Di fase grup, ia menang atas wakil Lebanon dan Kirgizstan, namun kalah dari wakil Myanmar, Wai Khin Hnin. Posisi kedua Grup B memaksanya melewati jalur repechage, di mana ia menundukkan wakil Kamboja sebelum akhirnya lolos ke semifinal.

Di semifinal melawan Dsouza, Sumaya sempat tertekan. Gim pertama lepas dengan skor 7-12 setelah India langsung memimpin jauh. Namun pada gim kedua, Sumaya membalik keadaan lewat tiga poin beruntun saat kedudukan 9-9, menang 12-9. Gim ketiga pun berlangsung dramatis — Sumaya tertinggal 3-7 sebelum mencetak empat angka berturut-turut untuk menyamakan 7-7, lalu menutup laga dengan skor 12-7. "Tenang dan fokus pada satu poin. Yang sudah berlalu, lebih baik ditinggalkan," kata Sumaya menjelaskan cara ia menjaga mentalnya.

Ia mengakui lawan memiliki permainan dan sentuhan taktik yang baik, tetapi kepercayaan diri menjadi kunci kebangkitannya setelah kehilangan gim pembuka. Target Sumaya kini jelas: medali emas. Pada babak final yang dijadwalkan Minggu (19/9), ia akan kembali berhadapan dengan Wai Khin Hnin dari Myanmar — atlet yang sebelumnya mengalahkannya di fase grup.

Tag: teqball, Asian Games 2026, Sumaya, Indonesia, olahraga