Kemenekraf Dorong Aksara Nusantara Masuk Ekosistem Bisnis Digital
2026-09-22 17:01 WIB · aindari · 👁 735 dibaca

Kemenekraf/Bekraf menjajaki pemanfaatan identitas budaya lokal, termasuk aksara Nusantara, sebagai aset digital yang dapat membuka pasar baru bagi ekonomi kreatif daerah.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menempatkan identitas budaya lokal sebagai salah satu potensi ekonomi di ruang digital. Arah ini ditempuh untuk memperluas pasar pelaku ekonomi kreatif sekaligus mencari sumber pertumbuhan baru yang berangkat dari kekayaan budaya daerah.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa bahasa dan aksara Nusantara termasuk aset budaya yang perlu diberi ruang berkembang di platform digital. Menurut dia, ekonomi kreatif nasional dapat tumbuh dari daerah apabila kekayaan lokal tidak hanya disimpan sebagai warisan, tetapi juga diolah lewat teknologi, inovasi, dan kreativitas.
Salah satu langkah yang sedang dibahas ialah pemanfaatan Internationalized Domain Names atau IDN berbasis Aksara Nusantara bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia atau PANDI. Pembahasan itu mencakup pengembangan dan peluncuran Aksara Bali sebagai bagian dari upaya membawa aksara lokal ke ranah domain internet, situs web, aplikasi, dan konten digital.
Pemakaian aksara daerah dalam identitas digital dinilai dapat memperkuat ciri khas produk dan layanan kreatif. Bagi pelaku usaha kreatif di daerah, unsur budaya yang hadir dalam produk digital dapat menjadi pembeda di pasar yang lebih luas. Digitalisasi juga memungkinkan karya berbasis identitas lokal menjangkau konsumen di luar wilayah asal tanpa sepenuhnya bergantung pada pasar fisik.
Ketua Dewan Pengurus PANDI Isnawan memandang domain sebagai aset digital yang dapat memiliki nilai ekonomi. Dalam pandangan PANDI, pengembangan domain berbasis aksara Nusantara tidak semata-mata berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga dapat masuk ke ekosistem ekonomi digital, termasuk sebagai aset yang berpotensi memiliki fungsi ekonomi.
Kemenekraf juga menyiapkan ruang kolaborasi melalui Program Sinergi Ekraf, yang mempertemukan pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, media, dan lembaga keuangan. Teuku Riefky menilai posisi PANDI strategis karena berada pada irisan teknologi dan identitas digital, sehingga dapat disinergikan dengan jejaring mitra Kemenekraf.
Ke depan, Kemenekraf dan PANDI akan menjajaki bentuk kerja sama untuk menghubungkan kekuatan budaya Indonesia dengan perkembangan teknologi digital. PANDI turut mengundang Kemenekraf dalam peluncuran IDN Nusantara yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Bali, dalam rangkaian agenda Internet Corporation for Assigned Names and Numbers atau ICANN. Inisiatif ini diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah dan membuka sumber nilai baru dari budaya Indonesia.
Tag: ekonomi kreatif, Kemenekraf, PANDI, aksara Nusantara, digitalisasi budaya