Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Olahraga

Kasus Finansial Manchester City Masuki Babak Baru, Sanksi Masih Menunggu

2026-09-25 22:31 WIB · aindari · 👁 938 dibaca

Manchester City disebut bersalah atas 114 dari 115 dakwaan terkait dugaan pelanggaran aturan finansial Liga Inggris, tetapi bentuk hukuman belum diputuskan.

Manchester City menghadapi perkembangan besar dalam perkara dugaan pelanggaran regulasi finansial Liga Inggris setelah disebut bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Laporan The Athletic pada Jumat menyebut keputusan itu menjadi tahap terbaru dari kasus yang resmi bergulir sejak klub didakwa pada Februari 2023.

Meski putusan tersebut telah muncul, hukuman untuk Manchester City belum ditetapkan. Seluruh opsi sanksi masih terbuka, sementara klub diperkirakan akan menempuh banding. Pihak City menyatakan posisinya tidak berubah dari pernyataan yang disampaikan saat dakwaan diumumkan pada 2023, dengan menekankan bahwa proses Liga Inggris masih berjalan dan sejumlah bagian perkara tetap berada dalam aturan kerahasiaan ketat.

Kasus ini berawal dari penyelidikan Liga Inggris selama empat tahun atas dugaan pelanggaran dalam rentang 2009 hingga 2018. Setelah dakwaan diajukan pada Februari 2023, perkara tersebut kemudian dibawa ke komisi independen untuk dinilai dan diputuskan.

Liga Inggris menuduh City tidak menyampaikan informasi keuangan secara tepat, termasuk mengenai pendapatan serta pembayaran kepada pemain dan pelatih. Klub juga didakwa melanggar aturan finansial UEFA dan ketentuan Profitability and Sustainability Rules Liga Inggris. Manchester City selama ini membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepada mereka.

Penyelidikan tersebut berhubungan dengan dokumen finansial Manchester City yang bocor dan diterbitkan surat kabar Jerman Der Spiegel pada November 2018. Sejak diakuisisi Sheikh Mansour melalui Abu Dhabi United Group pada 2008, City berkembang menjadi salah satu klub paling sukses di Inggris, dengan delapan gelar Liga Inggris, empat Piala FA, tujuh Piala Liga, dan satu Liga Champions. Enam trofi di antaranya diraih setelah dakwaan Liga Inggris diumumkan pada 2023.

Manchester City juga pernah berhadapan dengan kasus serupa di level UEFA. Pada Februari 2020, klub dijatuhi larangan tampil dua tahun di kompetisi Eropa serta denda 30 juta euro terkait dugaan pelanggaran FFP yang juga berkaitan dengan dokumen bocor Der Spiegel. Namun, lima bulan kemudian, Pengadilan Arbitrase Olahraga membatalkan larangan tersebut karena dugaan pelanggaran dinilai tidak terbukti atau sudah kedaluwarsa menurut aturan UEFA.

Dalam putusan yang sama, CAS tetap menyatakan City bersalah karena tidak sepenuhnya bekerja sama dalam penyelidikan UEFA. Klub dinilai gagal menyerahkan sejumlah besar bukti yang diminta, sehingga dijatuhi denda 8,8 juta pound sterling. Dengan riwayat tersebut, proses di Liga Inggris kini menjadi perhatian besar karena keputusan akhir dan potensi sanksinya masih belum diumumkan.

Tag: Manchester City, Liga Inggris, FFP, PSR, CAS