Hyundai Perkuat Produksi AS Lewat Investasi Rp466,9 Triliun
2026-10-01 17:06 WIB · aindari · 👁 445 dibaca
Hyundai menyiapkan investasi 26 miliar dolar AS di Amerika Serikat untuk memperluas produksi lokal, termasuk Tucson hybrid, mesin baru, dan powertrain EREV.
Hyundai Motor menyiapkan investasi jangka panjang senilai 26 miliar dolar AS atau sekitar Rp466,9 triliun di Amerika Serikat. Dari total tersebut, 500 juta dolar AS dialokasikan untuk kegiatan di Alabama, termasuk produksi Hyundai Tucson hybrid, mesin baru, serta powertrain kendaraan listrik jarak jauh atau EREV.
CEO Hyundai Motor Jose Munoz menyebut langkah itu sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi perusahaan di pasar AS. Menurut laporan CarBuzz pada Rabu (30/9) waktu setempat, Munoz menilai investasi tersebut akan membuat Hyundai memiliki karakter operasional yang lebih dekat dengan pasar Amerika dibandingkan banyak produsen otomotif asal negara itu sendiri.
Rencana produksi lokal tidak berhenti pada Tucson hybrid. Munoz juga menyampaikan bahwa Hyundai akan membawa produksi Santa Fe ke Alabama. Saat ini, seluruh Tucson hybrid yang dipasarkan di AS masih dirakit di Korea Selatan. Dengan pemindahan sebagian produksi ke AS, Hyundai berpotensi mengurangi dampak sebagian tarif impor, meski perusahaan menegaskan lokalisasi produksi sudah menjadi arah jangka panjang, bukan respons sesaat terhadap perubahan politik.
Hyundai juga akan memperluas rantai pemasok dan kemampuan rekayasa di AS. Fokusnya mencakup pengembangan produk yang lebih sesuai untuk konsumen Amerika Utara, termasuk mesin baru dan powertrain EREV untuk model-model mendatang seperti Santa Fe dan Tucson. Munoz menekankan bahwa investasi otomotif membutuhkan perencanaan panjang dan tidak dapat hanya mengikuti perubahan kebijakan dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.
Di luar kendaraan penumpang, Hyundai menyatakan kesiapannya masuk lebih jauh ke segmen truk dan SUV berbasis konstruksi body-on-frame. Munoz menilai mayoritas merek non-AS masih sulit menantang dominasi Ford, GM, dan Stellantis di segmen tersebut, dengan Toyota disebut sebagai salah satu pengecualian. Ia mengaitkan kesiapan Hyundai dengan peningkatan kualitas yang dinilai telah dicapai perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Komitmen investasi ini sejalan dengan target yang diumumkan Hyundai pada Agustus. Perusahaan berencana meningkatkan penggunaan komponen lokal hingga 80 persen pada 2030. Pada periode yang sama, Hyundai menargetkan kenaikan kapasitas produksi kendaraan global sebesar 1,27 juta unit hingga 2030.
Untuk Amerika Utara, rencana tersebut mencakup 58 model baru atau model yang diperbarui. Hyundai juga menyiapkan tambahan kapasitas produksi sebesar 500.000 kendaraan per tahun. Dengan strategi ini, perusahaan mempertebal basis manufaktur dan pengembangan produk di AS sambil memperkuat daya saingnya di salah satu pasar otomotif terbesar dunia.
Tag: Hyundai, Amerika Serikat, investasi otomotif, Tucson hybrid, EREV