Ekspor Udang 2025 Belum Melaju, KKP Soroti Beban Biaya dan Standar Pasar
2026-10-01 17:08 WIB · aindari · 👁 918 dibaca
KKP mencatat ekspor udang Indonesia pada 2025 hanya tumbuh tipis secara volume, meski nilai ekspornya meningkat.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menilai kinerja ekspor udang Indonesia pada 2025 belum menunjukkan lonjakan berarti. Volume pengiriman ke luar negeri tercatat 218,87 ribu ton, atau hanya naik sekitar 2 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 214,57 ribu ton.
Direktur Ikan Air Payau KKP Fernando Jongguran Simanjuntak menyampaikan penilaian itu dalam pertemuan Towards Sustainable and Conversion-free Aquaculture in Southeast Asia atau TOSCA di Jakarta, Kamis. Menurut dia, pertumbuhan yang terbatas tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi upaya memperkuat posisi industri udang nasional di pasar global.
Sejumlah faktor masih membebani pelaku usaha. Fernando menyebut biaya pakan yang tinggi, penyakit, kondisi lingkungan, serta tuntutan keamanan pangan dan keberlanjutan sebagai tantangan utama. Di pasar internasional, isu mutu dan keberlanjutan makin menentukan akses produk, sehingga proses produksi di dalam negeri ikut dituntut lebih efisien dan terukur.
Tekanan harga juga muncul pada 2025. KKP mencatat isu tarif resiprokal ikut memengaruhi harga udang domestik, dengan koreksi hampir Rp11.000 per ukuran. Selain itu, persoalan kontaminasi Cesium-137 sempat mengganggu kelancaran ekspor udang Indonesia, sehingga turut memberi tekanan pada harga di dalam negeri ketika pengiriman ke pasar luar negeri tersendat.
Aspek keamanan pangan lain yang menjadi perhatian ialah penggunaan antibiotik. Fernando menekankan bahwa isu tersebut berkaitan langsung dengan kualitas produk dan penerimaan di negara tujuan ekspor. Karena itu, pemenuhan standar pasar internasional menjadi bagian penting dalam strategi peningkatan daya saing udang Indonesia.
Untuk menjawab tantangan biaya, KKP mendorong efisiensi budi daya melalui pakan berbasis bahan baku lokal. Pemerintah juga mengembangkan konsep Aquafit 2.0, yang menilai efisiensi dari biaya pakan per kilogram udang yang dihasilkan, bukan semata-mata dari murah atau mahalnya harga pakan.
Secara nilai, ekspor udang Indonesia pada 2025 naik menjadi 1,86 miliar dolar AS, dibandingkan 1,68 miliar dolar AS pada 2024 dan 1,72 miliar dolar AS pada 2023. Namun dari sisi volume, capaian 2025 masih lebih rendah daripada 2023 yang mencapai 220,88 ribu ton. Amerika Serikat tetap menjadi pasar terbesar, dengan serapan 124.563,65 ton atau 56,9 persen dari total ekspor udang Indonesia pada 2025.
Tag: ekspor udang, KKP, perikanan, budi daya, Amerika Serikat