Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Mahasiswa di Palu Dibekali Pemahaman Risiko dan Perlindungan Investasi

2026-10-01 17:09 WIB · aindari · 👁 707 dibaca

Hannah Asa Indonesia dan BEI Sulawesi Tengah menggelar edukasi pasar modal untuk memperkuat literasi investasi mahasiswa, terutama soal risiko, legalitas, dan perlindungan investor.

Edukasi investasi bagi mahasiswa kembali digelar di Palu melalui kerja sama Hannah Asa Indonesia dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tengah. Program ini menekankan bahwa kemampuan menggunakan layanan investasi perlu dibarengi pemahaman tentang cara kerja pasar modal, risiko produk, aspek hukum, serta perlindungan bagi investor.

Kegiatan bertajuk Sekolah Pasar Modal dengan tema “Investasi Aman: Kenali Peran Self-Regulatory Organization dan Jaminan Perlindungan Investor Pasar Modal Indonesia” berlangsung di Universitas Muhammadiyah Palu. Forum ini melibatkan BEI, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Indonesia Securities Investor Protection Fund (Indonesia SIPF), GID BEI Universitas Muhammadiyah Palu, serta GID BEI Hannah Asa Indonesia.

Pendiri Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, menyampaikan bahwa perluasan akses investasi tidak otomatis membuat masyarakat siap mengambil keputusan keuangan. Menurut dia, calon investor, termasuk mahasiswa, perlu memahami pilihan yang tersedia beserta konsekuensinya. Ia menilai orientasi terhadap potensi imbal hasil harus disertai kesadaran untuk menilai risiko, legalitas produk, mekanisme transaksi, dan bentuk perlindungan yang bisa diperoleh investor.

Hannah Asa Indonesia sendiri bergerak dalam edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Fokus lembaga ini mencakup literasi keuangan, pemberdayaan perempuan muda, perencanaan keuangan syariah, serta peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah. Dalam konteks mahasiswa, edukasi pasar modal diposisikan sebagai bekal agar keputusan investasi tidak semata didorong oleh harapan keuntungan.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Sulawesi Tengah, Putri Irnawati, menilai kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Palu dan Hannah Asa Indonesia dapat membantu peserta memahami peran lembaga-lembaga Self-Regulatory Organization, mekanisme pasar modal, dan perlindungan investor. Ia mengingatkan bahwa kenaikan jumlah investor perlu diimbangi pengetahuan mengenai produk, proses transaksi, risiko, dan sistem pengamanan bagi pemodal.

Data KSEI per 31 Agustus 2026 menunjukkan jumlah investor pasar modal di Sulawesi Tengah mencapai 289.515 orang dengan nilai aset sekitar Rp4,034 triliun. Capaian itu menempatkan provinsi tersebut di posisi ke-20 dari 38 provinsi. Kota Palu menyumbang 60.881 investor, atau sekitar 21 persen dari total investor di Sulawesi Tengah. Komposisi investor di wilayah ini juga didominasi kelompok muda, dengan 81,24 persen berasal dari generasi Z dan milenial.

Dalam pelaksanaannya, Sekolah Pasar Modal tersebut dibagi ke dalam tiga sesi utama. Materi mencakup pengenalan KSEI dan perlindungan aset investor, fungsi KPEI dalam kliring serta penyelesaian transaksi dan pengelolaan risiko, hingga peran Indonesia SIPF dalam memberikan jaminan perlindungan bagi investor pasar modal di Indonesia.

Tag: pendidikan, literasi investasi, pasar modal, mahasiswa, BEI