AS Tambah Pertahanan Rudal di Saudi dan Qatar di Tengah Risiko Eskalasi dengan Iran
2026-10-02 15:02 WIB · aindari · 👁 821 dibaca
Washington mengerahkan dua baterai Patriot serta memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah untuk melindungi infrastruktur energi dan mempersiapkan kemungkinan operasi baru terhadap Iran.
Amerika Serikat mengirim dua baterai rudal Patriot tambahan ke Arab Saudi dan Qatar ketika pemerintahnya mempertimbangkan kemungkinan dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran. Berdasarkan laporan Axios yang mengutip dua pejabat AS dan satu sumber regional, satu baterai ditempatkan di Arab Saudi pada bulan lalu untuk menjaga fasilitas minyak utama, sedangkan baterai lainnya dikirim ke Qatar guna melindungi fasilitas gas alam.
Pengerahan itu disebut bertujuan meyakinkan Riyadh dan Doha bahwa Washington akan membantu mempertahankan infrastruktur energi mereka apabila Presiden AS Donald Trump kembali memerintahkan operasi militer berskala besar terhadap Iran. Langkah tersebut juga berpotensi meredakan kekhawatiran kedua negara mengenai risiko serangan balasan terhadap fasilitas minyak dan gas jika konflik kembali meningkat.
Trump pada Kamis mengatakan dirinya sedang menimbang kemungkinan melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang. Ia mengaitkan keputusan tersebut dengan apakah Iran bersedia menandatangani sebuah perjanjian atau tidak. Pernyataan itu disampaikan ketika Amerika Serikat menyiapkan pilihan kebijakan terhadap Teheran, termasuk tekanan ekonomi sebagai alternatif dari serangan besar-besaran.
Menurut laporan yang dikutip Sputnik, pemimpin Arab Saudi dan Qatar telah meminta Trump pada awal Agustus agar tidak melancarkan serangan besar, terutama terhadap infrastruktur energi Iran. Kekhawatiran mereka adalah Iran dapat membalas dengan menyerang fasilitas energi di kedua negara. Pejabat AS menyebut permintaan tersebut sebagai salah satu faktor penting di balik keputusan Washington untuk mengutamakan tekanan ekonomi.
Amerika Serikat disebut memerlukan izin Arab Saudi untuk menggunakan wilayah udara kerajaan itu jika ingin menjalankan kembali operasi tempur besar-besaran. Riyadh diperkirakan tidak mudah memberikan izin tanpa jaminan perlindungan bagi fasilitas minyaknya. Juru Bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, tidak memberikan komentar mengenai laporan tersebut.
Selain baterai Patriot, Washington juga mengirim kapal perang, pesawat tempur, dan personel tambahan ke kawasan Timur Tengah. Kapal induk USS Theodore Roosevelt bersama kelompok tempurnya dilaporkan berangkat dari San Diego pada Minggu (27/9) dan diperkirakan tiba sekitar pertengahan November. Belum ada keputusan apakah kapal itu akan menggantikan penugasan sebelumnya atau membuat jumlah kelompok kapal induk serang AS di kawasan tersebut menjadi tiga.
Kelompok Kesiapan Amfibi Makin Island juga berangkat pada Senin (28/9) dengan membawa ribuan personel Korps Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-13. Kelompok tersebut diperkirakan tiba pada akhir November. Penambahan aset militer ini memperlihatkan peningkatan kesiagaan AS, sementara dampaknya terhadap keamanan energi dan sentimen pasar masih bergantung pada perkembangan hubungan Washington, Teheran, Riyadh, dan Doha.
Tag: Amerika Serikat, Iran, Arab Saudi, Qatar, Patriot