G7 Siapkan Pelepasan 100 Juta Barel dari Cadangan Darurat
2026-10-03 12:01 WIB · aindari · 👁 744 dibaca

Langkah terkoordinasi selama empat bulan itu memprioritaskan pasokan solar untuk meredam gejolak pasar energi global.
Para pemimpin kelompok G7 menyepakati pelepasan hingga 100 juta barel minyak dari cadangan darurat secara bertahap selama empat bulan. Keputusan tersebut diambil untuk merespons kenaikan harga dan volatilitas yang meningkat di pasar energi dunia. Pelaksanaannya akan dikoordinasikan melalui Badan Energi Internasional (IEA).
Pada tahap awal, negara anggota dan mitra G7 akan mengeluarkan stok solar dalam jumlah besar. Distribusi awal itu ditargetkan berlangsung selama 20 hari pertama. G7 juga akan menggelar pembahasan lanjutan dalam beberapa hari ke depan untuk menilai kebutuhan pelepasan solar tambahan apabila kondisi pasar masih memerlukan intervensi.
Selain menggunakan cadangan, kelompok tersebut meminta anggotanya menjaga kelancaran perdagangan energi. Negara-negara G7 berkomitmen tidak membatasi ekspor energi maupun produk energi di antara mereka. Para produsen juga diminta menghindari larangan ekspor yang berpotensi menambah tekanan di pasar bahan bakar dan komoditas energi lainnya.
G7 turut menyepakati koordinasi jadwal pemeliharaan kilang minyak. Pengaturan itu ditujukan untuk mencegah penghentian kapasitas secara bersamaan dan, bila memungkinkan, meningkatkan sementara tingkat pemanfaatan kilang. IEA diminta memantau pelaksanaan serta dampak kebijakan tersebut, kemudian menyampaikan laporan tindak lanjut dalam waktu 20 hari.
Dalam pernyataan bersama setelah pertemuan virtual pada Jumat (2/10), G7 juga menyerukan pemulihan segera dan penuh atas hak navigasi di Selat Hormuz. Kelompok itu menyatakan akan memperkuat upaya bersama untuk mencapai tujuan tersebut. Pada saat yang sama, sanksi terhadap Rusia tetap dipertahankan. G7 akan bekerja sama dengan IEA dan mitra lainnya untuk membatasi dampak rambatan terhadap pasar bahan bakar, gas, dan komoditas lain.
Uni Eropa menyambut keputusan tersebut. Presiden Dewan Eropa Antonio Costa mengatakan para pemimpin Uni Eropa akan membahas situasi energi dalam pertemuan pada 15-16 Oktober. Agenda itu mencakup upaya mengurangi potensi beban kenaikan harga energi bagi masyarakat, dunia usaha, dan industri di Eropa. Costa juga menilai krisis energi dapat memperkuat dorongan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta mempercepat pengembangan sumber energi domestik.
Tag: G7, minyak, solar, IEA, energi global