Karhutla di PPU Capai 503,47 Hektare hingga Awal Oktober
2026-10-03 17:01 WIB · aindari · 👁 858 dibaca

Sebanyak 221 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Penajam Paser Utara ditangani tim gabungan sepanjang 1 Januari hingga 2 Oktober 2026.
Tim gabungan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menangani 221 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total area terdampak 503,47 hektare selama periode 1 Januari hingga 2 Oktober 2026. Penanganan dilakukan oleh berbagai unsur untuk mencegah api meluas dan memadamkan titik-titik kebakaran yang tersebar di wilayah kabupaten tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU Nurlaila menyampaikan, Kecamatan Penajam mencatat kasus terbanyak sekaligus luasan terbesar. Di wilayah ini terdapat 115 titik kebakaran dengan area terdampak 314,32 hektare. Kecamatan Babulu berada di urutan berikutnya dengan 54 titik dan luas 69,37 hektare.
Dua kecamatan lain juga terdampak karhutla. Kecamatan Sepaku mencatat 33 titik dengan luas kebakaran 86,59 hektare, sedangkan Kecamatan Waru memiliki 19 titik yang membakar area seluas 33,09 hektare. Api mengenai berbagai jenis lahan, termasuk pertanian, perkebunan, semak belukar, padang rumput, dan sebagian kawasan hutan.
Sebagian besar kejadian berlangsung pada Agustus hingga September, ketika musim kemarau berada pada periode puncak. Kondisi tanah yang semakin kering membuat lahan lebih mudah terbakar. Tiupan angin yang berubah-ubah juga berpotensi memperluas jangkauan api serta menyebabkan sejumlah lokasi memerlukan penanganan lebih lama karena lapisan lahan kering dapat kembali terbakar.
Penanganan melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, TNI, Polri, perusahaan, perangkat desa dan kelurahan, serta relawan. Upaya yang dijalankan mencakup pemadaman langsung, patroli harian, penyuluhan kepada warga, dan pengawasan titik rawan melalui menara pemantau. Area dengan luasan kebakaran terbesar antara lain berada di Desa Girimukti, Kelurahan Gunung Seteleng, serta Desa Tengin Baru dan wilayah sekitarnya.
Hingga 2 Oktober, petugas masih mengawasi sejumlah titik, termasuk Kelurahan Petung dan Kelurahan Lawe-Lawe, untuk mengantisipasi munculnya kembali api. Pemerintah daerah juga memperkuat posko siaga di seluruh kecamatan, mengoptimalkan saluran air, dan menyiapkan jalur akses pemadaman. Masyarakat diminta tidak membakar lahan untuk membuka maupun membersihkan area serta segera melapor kepada posko atau nomor darurat apabila menemukan asap mencurigakan atau titik api.
Tag: karhutla, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, BPBD, kebakaran lahan