PTPN I Perluas Pengenalan Cerutu Indonesia melalui Festival di Bali
2026-10-03 17:04 WIB · aindari · 👁 714 dibaca

Indonesian Cigar Festival 2026 dimanfaatkan PTPN I untuk memperkenalkan Deli Nusantara dan Golden Djawa kepada komunitas serta calon konsumen dari berbagai negara.
PT Perkebunan Nusantara I (Persero) menjadikan Indonesian Cigar Festival (ICF) 2026 di Bali sebagai sarana memperluas pengenalan produk cerutu Indonesia. Perusahaan membawa dua produk hilirnya, yakni Deli Nusantara dan Golden Djawa, ke ajang yang mempertemukan pelaku industri, komunitas, serta pengunjung dari dalam dan luar negeri.
Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PTPN I Arif Budiman menyampaikan bahwa Bali memiliki posisi penting karena merupakan tujuan wisata internasional. Arus wisatawan mancanegara dinilai membuka kesempatan bagi produk cerutu perusahaan untuk menjangkau konsumen dari berbagai negara. PTPN I juga melihat ICF berpeluang berkembang dari kegiatan berskala nasional menjadi agenda internasional.
ICF 2026 dihadiri Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian RI Merianti P. Pintaria, Anggota DPD RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Arif Budiman, perwakilan InterTabac, serta pelaku industri cerutu dari sejumlah daerah. Rangkaian kegiatan mencakup pameran produk, forum bisnis, dan pertemuan antarpelaku usaha. Format tersebut diharapkan memperluas jaringan sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi industri cerutu nasional.
Deli Nusantara mengangkat karakter tembakau Deli dari Sumatera Utara, sedangkan Golden Djawa merepresentasikan tembakau asal Jawa. Kehadiran keduanya dalam festival merupakan bagian dari strategi PTPN I memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan. Melalui produk bernilai tambah, perusahaan berupaya membawa hasil perkebunan tidak hanya sebagai bahan baku, tetapi juga sebagai produk jadi yang memiliki identitas dan pasar tersendiri.
PTPN I menilai daya saing cerutu tidak cukup ditentukan oleh mutu bahan baku. Konsistensi kualitas, inovasi, desain kemasan, penguatan merek, dan kemampuan memahami karakter konsumen juga menjadi faktor penting dalam pengembangan produk. Perusahaan menyatakan akan menyesuaikan inovasi dengan kebutuhan serta segmen pasar agar produk-produknya semakin dapat diterima.
Ketua Pelaksana ICF 2026 Opa Ewin menilai karakter pariwisata Bali yang menyasar wisatawan kelas atas dapat mendukung pengenalan cerutu Indonesia ke pasar internasional. Ia juga menyebut industri cerutu berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui cukai. Kondisi itu menunjukkan adanya ekosistem ekonomi yang melibatkan petani, produsen, hingga pasar. Bagi PTPN I, festival ini sekaligus menjadi kesempatan menguji respons terhadap produk yang dikembangkan. Perusahaan berharap ICF dapat berlangsung berkelanjutan sehingga lebih banyak cerutu Indonesia dikenal dan dikembangkan untuk pasar yang lebih luas.
Tag: PTPN I, cerutu Indonesia, Indonesian Cigar Festival, tembakau, hilirisasi perkebunan