Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Umum

Kemenbud Hubungkan Jakarta, Amsterdam, dan Cape Town Lewat Pameran Syekh Yusuf

2026-10-03 17:07 WIB · aindari · 👁 475 dibaca

Pameran di Indonesia House Amsterdam akan disertai seminar ilmiah dan pemutaran film untuk memperkenalkan perjuangan serta warisan Syekh Yusuf al-Makassari.

Kementerian Kebudayaan menyiapkan pameran bertajuk "Sacred Journey of Sheikh Yusuf Al Makassari: Legacy of Knowledge, Freedom, and Humanity" di Indonesia House Amsterdam, Belanda. Kegiatan tersebut akan dilengkapi seminar ilmiah dan pemutaran film. Penyelenggaraannya diarahkan untuk memperluas pemahaman publik mengenai perjalanan sejarah, perjuangan, dan kontribusi Syekh Yusuf al-Makassari.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan rencana itu saat menghadiri pembukaan pameran "There Was Something Here Before" di Erasmus Huis, Jakarta, Jumat (2/10). Ia menempatkan Syekh Yusuf sebagai tokoh penting dalam hubungan sejarah Indonesia dan Afrika Selatan, terutama karena pengaruhnya yang tetap berkembang setelah mengalami penangkapan dan pengasingan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Syekh Yusuf sebelumnya mendukung Sultan Ageng Tirtayasa dalam menghadapi VOC di Banten. Ia ditangkap pada 1683, lalu dibuang ke Sri Lanka pada 1684. Pemerintah kolonial Belanda kemudian memindahkannya ke Tanjung Harapan, Afrika Selatan, pada 1693. Meski pengasingan tersebut dimaksudkan untuk menjauhkan dirinya dari masyarakat dan jaringan pendukung perjuangan, gagasan serta pengaruhnya terus bertahan.

Di Cape Town, Syekh Yusuf mengajar dan berperan sebagai pusat kehidupan spiritual serta komunitas. Jejak warisannya masih terlihat melalui keberadaan makam yang dikeramatkan dan masyarakat yang tumbuh dari sejarah serta ingatannya. Kemenbud menilai kisah itu dapat menjadi dasar kesinambungan dialog kebudayaan antara Jakarta, Amsterdam, dan Cape Town.

Upaya tersebut juga mencakup rencana pendirian rumah budaya dan museum Indonesia di Cape Town. Menurut Kemenbud, kedua fasilitas itu diharapkan menjadi penghubung kebudayaan yang memperkuat hubungan Indonesia dan Afrika Selatan secara berkelanjutan. Pameran di Amsterdam serta berbagai program kajian akan digunakan untuk memperkenalkan dan mendalami sejarah Syekh Yusuf kepada masyarakat yang lebih luas.

Konteks hubungan tersebut turut ditampilkan dalam pameran "There Was Something Here Before", yang berlangsung di Erasmus Huis pada 3 Oktober hingga 23 Desember 2026. Pameran ini mengangkat peran masyarakat asal Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dalam membentuk kehidupan Cape Town melalui pengetahuan, keyakinan, bahasa, makanan, keterampilan, dan tradisi. Kurator sekaligus penggagasnya, Zahira Asmal, menggunakan hasil penelitian, arsip, fotografi, rekaman suara, karya seni, kesaksian personal, serta desain interaktif untuk menunjukkan bahwa sebuah kota terus dibentuk oleh perpindahan manusia, kerja, perjuangan, kepedulian, dan pemulihan.

Tag: Syekh Yusuf al-Makassari, Kementerian Kebudayaan, Cape Town, Indonesia House Amsterdam, dialog kebudayaan