Pembasahan Gambut di Ketapang Manfaatkan Aliran Sungai Pawan Sejauh 9 Kilometer
2026-10-04 17:04 WIB · aindari · 👁 778 dibaca

Pemerintah dan sejumlah pihak membangun jaringan kanal untuk mengalirkan air ke lahan gambut yang terdampak kebakaran di Ketapang, Kalimantan Barat.
Upaya mencegah kebakaran gambut berulang dilakukan dengan mengalirkan air Sungai Pawan ke kawasan terdampak di Desa Sungai Pelang dan Desa Sungai Besar, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Air dipompa dan disalurkan melalui jaringan kanal sepanjang sembilan kilometer untuk meningkatkan kelembapan lahan setelah kebakaran hutan dan lahan yang kembali terjadi di wilayah tersebut pada September 2026.
Kepala Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove Kalimantan Yunus Sudaryanti menjelaskan, kegiatan itu merupakan bagian dari penanganan kebakaran pada ekosistem gambut. Pembasahan diperlukan karena gambut yang mengering lebih mudah terbakar kembali, sementara api pada lahan jenis ini tidak hanya merusak vegetasi di permukaan, tetapi juga dapat membakar struktur gambut di bawah tanah.
Air diambil dari titik tertentu di Sungai Pawan menggunakan pompa, lalu dialirkan menuju kawasan sasaran melalui kanal yang melewati lahan masyarakat dan area milik PT Arrtu Energie Resources. Agar aliran dapat menjangkau lokasi pembasahan dan bertahan di dalam jaringan, sedikitnya sembilan sekat kanal serta tujuh gorong-gorong disiapkan di sepanjang jalur tersebut.
Sistem pengaliran itu didukung satu mesin pompa utama dan dua mesin pompa pendorong. Dua embung dibangun di sekitar lokasi pompa pendorong untuk membantu penyaluran air menuju bagian gambut yang memerlukan pembasahan. Jaringan tersebut dirancang menghubungkan sumber air di Sungai Pawan dengan kawasan yang mengalami dampak kebakaran.
Pembangunan dilakukan bertahap. Prosesnya mencakup survei dan pengukuran, pengurusan izin serta koordinasi, pemasangan mesin di tepian sungai, penyediaan embung dan sekat kanal, hingga pembersihan jalur kanal. Dokumentasi udara menunjukkan bentangan kanal yang membawa air dari sungai menuju area gambut sasaran.
Kegiatan ini melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup melalui Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove Wilayah Kalimantan, PT Arrtu Energie Resources, Masyarakat Peduli Api dari kedua desa, pemerintah desa, dan instansi terkait. Kolaborasi tersebut menempatkan pencegahan sebagai bagian dari pengendalian kebakaran, selain pemadaman ketika api muncul. Pembasahan diharapkan mempertahankan ketersediaan air, menjaga kelembapan gambut, serta membantu melindungi ekosistem dan ruang hidup masyarakat dari ancaman kebakaran berulang.
Tag: pertanian, lahan gambut, karhutla, Ketapang, Sungai Pawan