Batik Banyumas Dinilai Bisa Perkuat Wisata Budaya dan Ekonomi Kreatif
2026-10-04 17:11 WIB · aindari · 👁 845 dibaca

Keunikan motif serta keterlibatan generasi muda dinilai dapat memperluas peran Batik Banyumas dalam pariwisata dan ekonomi kreatif.
Batik khas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dinilai memiliki peluang untuk menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata berbasis budaya. Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah menyebut karakter dan keragaman motif batik daerah itu dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus memperkuat identitas Banyumas sebagai tujuan wisata.
Pandangan tersebut disampaikan Siti saat menghadiri pembukaan Pemilihan Putra Putri Batik Hadipriyanto 2026 di Banyumas, Minggu (4/10/2026). Menurut dia, kekuatan Batik Banyumas tidak hanya terletak pada produk kain, tetapi juga pada cerita mengenai lingkungan dan budaya lokal yang tercermin dalam setiap motifnya.
Ragam motif tersebut antara lain mengambil inspirasi dari daun talas, bambu, kelapa, manggar, berbagai jenis binatang, hingga uang. Unsur-unsur itu menjadi penanda etnik yang dapat memperkaya pengalaman wisatawan ketika mengenal Banyumas. Batik pun berpotensi menjadi media untuk memperkenalkan ciri khas daerah melalui kegiatan wisata dan promosi budaya.
Siti juga mengaitkan pengembangan batik dengan pertumbuhan ekonomi kreatif. Ekosistemnya mencakup banyak kegiatan, mulai dari membatik dan merancang motif sampai mengolah kain menjadi beragam model busana. Karena itu, ia mendorong lebih banyak kegiatan yang memperkenalkan batik kepada anak muda agar warisan budaya tersebut tetap terpelihara dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Menurut Siti, keterlibatan generasi muda tidak seharusnya terbatas pada peragaan busana. Anak muda dapat berkontribusi sebagai pembatik, perancang, pengguna, maupun pihak yang mempromosikan batik. Penguatan peran tersebut berpotensi membuka peluang ekonomi sekaligus mendukung pengembangan pariwisata. Ia juga menilai peringatan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober perlu diisi dengan langkah pelestarian dan pengembangan yang berkelanjutan, bukan sekadar seremoni.
Penggagas Pemilihan Putra Putri Batik Hadipriyanto 2026, Tirsa Enggar, mengatakan kegiatan itu ditujukan untuk mengenalkan Batik Banyumas, terutama Batik Hadipriyanto, kepada masyarakat luas dan generasi muda. Ajang tersebut diikuti 57 peserta, melampaui target awal 50 orang, dengan peserta dari Banyumas serta sejumlah daerah lain, termasuk Yogyakarta dan Tangerang. Kegiatan yang sebelumnya berlangsung pada 2021 itu diharapkan dapat digelar setiap tahun. Tirsa menyebut minat terhadap batik khas Banyumas dari masyarakat setempat masih lebih rendah dibandingkan peminat dari luar daerah, sehingga promosi dan sosialisasi perlu diperluas.
Tag: Batik Banyumas, wisata budaya, ekonomi kreatif, generasi muda, Batik Hadipriyanto