Iran Bahas Serius Opsi Keluar dari Perjanjian Nuklir NPT
2026-10-04 18:01 WIB · aindari · 👁 929 dibaca

Teheran masih berstatus anggota NPT, tetapi wacana untuk meninggalkan perjanjian itu kini mendapat perhatian serius di kalangan politik Iran.
Iran mengakui bahwa kemungkinan untuk meninggalkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) sedang dibahas secara serius. Meski demikian, Teheran hingga kini masih menjadi pihak dalam perjanjian tersebut dan menyatakan tetap terikat pada kewajiban yang berlaku selama keanggotaannya belum berakhir.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyampaikan perkembangan itu dalam konferensi pers pada Minggu. Menurut dia, isu keluarnya Iran dari NPT telah menjadi perhatian penting di lingkungan politik negara tersebut, sehingga pembahasannya tidak lagi dipandang sebagai wacana biasa.
Baghaei menilai keanggotaan Iran seharusnya memberikan manfaat dan memungkinkan negara itu menggunakan hak-haknya berdasarkan ketentuan NPT. Ia mempersoalkan situasi ketika Iran tetap berada dalam perjanjian, tetapi pada saat yang sama menghadapi tekanan serta ancaman serangan militer. Pernyataan itu menjadi dasar bagi Teheran untuk menilai kembali posisi dan kepentingannya dalam perjanjian tersebut.
Namun, pemerintah Iran belum menyatakan keputusan untuk keluar. Baghaei menegaskan bahwa negaranya masih merupakan anggota NPT dan memahami tanggung jawab yang melekat pada status tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran, lanjut dia, akan mengikuti keputusan yang nantinya ditetapkan oleh otoritas yang memiliki kewenangan lebih tinggi.
Wacana tersebut sebelumnya juga muncul dari parlemen Iran. Wakil Ketua Parlemen Ali Nikzad mengatakan lembaganya sedang mempelajari kemungkinan pengunduran diri dari NPT. Pernyataan itu menunjukkan bahwa isu tersebut turut dibahas di tingkat legislatif, meski belum ada keputusan final mengenai langkah yang akan diambil.
Pada 13 September, anggota presidium parlemen Abbas Goudarzi menyebut keluarnya Iran dari NPT sebagai opsi yang nyata dan dapat dilakukan dengan mudah. Pernyataan itu memperkuat sinyal bahwa sebagian kalangan politik Iran mempertimbangkan langkah tersebut secara terbuka.
Perkembangan ini belum berarti Iran telah meninggalkan NPT. Posisi resmi yang disampaikan Kementerian Luar Negeri masih menempatkan Iran sebagai anggota perjanjian, sementara keputusan akhir bergantung pada otoritas yang lebih tinggi. Karena itu, pembahasan tersebut berpotensi meningkatkan perhatian internasional terhadap arah kebijakan nuklir Iran, tanpa menjadi bukti bahwa pengunduran diri telah diputuskan.
Tag: Iran, NPT, nuklir, parlemen Iran, politik internasional