Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Iran Bantah Keterlibatan dalam Insiden Penerbangan flydubai

2026-10-05 06:07 WIB · aindari · 👁 911 dibaca

Teheran menilai insiden di dalam pesawat flydubai dimanfaatkan untuk menuduh Iran, sementara penyelidikan Uni Emirat Arab mengarah pada dugaan aksi teror.

Iran membantah tuduhan bahwa negara itu terlibat dalam insiden penerbangan flydubai yang berujung pada pendaratan darurat di Arab Saudi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan pada Minggu bahwa tuduhan tersebut dibangun dari informasi yang belum dapat diverifikasi dan digunakan untuk mengaitkan Iran atau negara lain di kawasan dengan kejadian itu.

Baghaei juga mempertanyakan dasar tuduhan bahwa Iran merencanakan operasi tersebut. Menurut dia, rangkaian informasi yang beredar memperlihatkan upaya yang ceroboh untuk menciptakan ketidakamanan dan mencari pihak yang dapat disalahkan. Ia menyamakan kasus itu dengan insiden di pangkalan udara Fairford, yang disebutnya sebagai lokasi yang digunakan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Peristiwa penerbangan itu berlangsung pada Rabu ketika pesawat flydubai rute Dubai-Tel Aviv mengirimkan sinyal darurat. Pesawat kemudian mengubah rute dan mendarat dengan selamat di Bandara Tabuk, Arab Saudi. Maskapai flydubai mengonfirmasi adanya perkelahian antara dua pilot selama penerbangan, tetapi rincian kejadian selanjutnya muncul melalui laporan media dan keterangan penumpang.

Sejumlah penumpang mengatakan kepada RIA Novosti bahwa perkelahian terjadi di kokpit dan kopilot melukai kapten. Dua pilot flydubai lain yang kebetulan berada di antara penumpang kemudian membantu mengendalikan keadaan. Setelah situasi di dalam pesawat ditangani, penerbangan dialihkan menuju Arab Saudi dan pesawat berhasil mendarat tanpa laporan mengenai jatuhnya pesawat.

Versi yang beredar menyebut kopilot diduga menyerang kapten dengan senjata tajam dan berusaha mengambil alih pesawat. Namun, Kantor Kejaksaan Agung Uni Emirat Arab, yang menangani penyelidikan, menyatakan temuan awal mengarah pada dugaan penggunaan kapak darurat standar untuk menyerang kapten serta upaya merebut kendali pesawat. Perbedaan rincian itu menunjukkan bahwa penyelidikan masih diperlukan untuk menetapkan kronologi dan motif kejadian.

Otoritas Israel menyebut insiden tersebut sebagai upaya serangan teroris. Kantor Kejaksaan Agung UEA juga menyatakan terdapat dugaan awal aksi teror, tetapi materi yang tersedia tidak memuat kesimpulan akhir penyelidikan. Di tengah proses tersebut, Iran menolak pengaitan insiden dengan negaranya dan memperingatkan bahwa narasi yang belum terverifikasi berisiko memperbesar ketegangan serta sentimen ketidakamanan di kawasan.

Tag: Iran, flydubai, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Israel