Gempa Sumba Barat Daya dan Penguatan Layanan Sosial Warnai Peristiwa Nasional
2026-10-05 06:12 WIB · aindari · 👁 602 dibaca

Sejumlah peristiwa di berbagai daerah pada Minggu (4/10) mencakup dampak gempa di Nusa Tenggara Timur, program perlindungan sosial, pendataan santri, serta perluasan layanan gizi di Papua.
Gempa bumi bermagnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/10) pukul 06.55 Wita. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 20 rumah dan sejumlah fasilitas umum terdampak bencana tersebut. Pendataan kerusakan masih dilakukan di lapangan.
Dari 20 rumah yang terdata, sebanyak 19 unit mengalami kerusakan ringan dan satu rumah masuk kategori rusak sedang. Selain kerusakan bangunan, gempa itu juga menimbulkan korban meninggal dunia di wilayah Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat. Korban merupakan seorang lansia berusia 73 tahun.
Kepala Kepolisian Sektor Kodi Utara, Ajun Komisaris Polisi Bernadus Bili Kandi, menyebut korban meninggal setelah mengalami shock ketika gempa berlangsung. Informasi tersebut disampaikan pada Minggu sore. Laporan mengenai kondisi bangunan dan dampak lain di wilayah terdampak masih menjadi bagian dari pendataan kebencanaan.
Di Makassar, Sulawesi Selatan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Olahraga Sudiang itu turut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Program tersebut diarahkan untuk memperluas pendataan serta akses layanan sosial bagi warga kurang mampu.
Kementerian Sosial mengandalkan penguatan peran masyarakat dan pengurus RT/RW dalam pelaksanaan gerakan itu. Keterlibatan unsur lingkungan diharapkan mendukung jangkauan pendataan dan pelayanan sosial di tingkat masyarakat, terutama bagi kelompok yang membutuhkan bantuan.
Pada bidang pendidikan keagamaan, Kementerian Agama melaporkan jumlah santri yang telah terverifikasi mencapai 4,634 juta orang. Data itu diperoleh melalui pemutakhiran serta integrasi data pendidikan keagamaan nasional dengan metode verifikasi berdasarkan nama dan alamat. Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said menegaskan proses pendataan masih berjalan, sehingga angka tersebut belum mencerminkan seluruh populasi santri di Indonesia.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional meresmikan 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Papua. Menurut Direktur Penyediaan dan Penyaluran BGN Wilayah II Nurjaeni, langkah tersebut mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperluas layanan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Peluncuran berlangsung di Jayapura pada Minggu (4/10).
Tag: Gempa Sumba Barat Daya, Perlindungan sosial, Santri, Makan Bergizi Gratis, Papua