Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Sains

Semeru Kembali Meletus, Awan Panas Mengarah ke Besuk Kobokan

2026-07-18 12:31 WIB · aindari · 👁 648 dibaca

Gunung Semeru erupsi pada Sabtu pagi dengan awan panas guguran meluncur sekitar 3,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan.

Gunung Semeru di wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Sabtu pagi. Erupsi tercatat terjadi beberapa kali, dengan salah satu kejadian disertai awan panas guguran yang meluncur sekitar 3,5 kilometer menuju Besuk Kobokan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menyampaikan bahwa letusan pada pukul 06.21 WIB menghasilkan kolom erupsi setinggi sekitar 1.000 meter dari puncak. Jika dihitung dari permukaan laut, ketinggian kolom tersebut berada di kisaran 4.676 meter di atas permukaan laut.

Material abu yang terlihat dari pengamatan berwarna putih hingga kelabu. Kolomnya tampak cukup tebal dan bergerak condong ke sejumlah arah, yakni timur laut, tenggara, dan selatan. Aktivitas itu juga tercatat oleh peralatan pemantauan seismik dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung sekitar 6 menit 35 detik.

Dalam catatan pengamatan pada hari yang sama, Semeru mengalami tiga kali erupsi hingga pagi menjelang siang. Letusan pertama terjadi pukul 05.24 WIB dengan kolom sekitar 500 meter di atas puncak. Letusan kedua tercatat pukul 06.21 WIB dengan kolom sekitar 1.000 meter, disertai awan panas guguran. Erupsi ketiga terjadi pukul 09.09 WIB, juga dengan kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu saat ini masih berada pada status Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Kawasan ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan jalur potensi bahaya material vulkanik.

Rekomendasi kewaspadaan juga berlaku di luar jarak tersebut. Warga diminta menjauhi area 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena masih ada risiko perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak. Selain itu, aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru tidak diperbolehkan karena terdapat ancaman lontaran batu pijar.

Petugas juga mengingatkan potensi awan panas, guguran lava, dan lahar pada sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru. Area yang disebut perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.

Tag: Gunung Semeru, erupsi, awan panas, vulkanologi, Lumajang