Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Kasus Dugaan Pembunuhan Marinir AS Picu Protes Warga Okinawa

2026-10-05 19:03 WIB · aindari · 👁 427 dibaca

Jepang memprotes Amerika Serikat setelah seorang anggota Marinir AS ditangkap terkait dugaan perampokan dan pembunuhan terhadap perempuan setempat di Naha.

Pemerintah Jepang menyampaikan keberatan keras kepada Amerika Serikat pada Minggu (4/10), setelah seorang anggota Marinir AS yang ditempatkan di Okinawa ditangkap dalam perkara dugaan perampokan dan pembunuhan. Peristiwa itu menambah ketegangan di prefektur paling selatan Jepang tersebut, yang telah lama menghadapi persoalan terkait keberadaan pangkalan militer AS.

Polisi Prefektur Okinawa menangkap anggota Marinir itu pada Minggu. Ia diduga terlibat dalam penyerangan terhadap seorang perempuan setempat yang ditemukan menjadi korban perampokan dan pembunuhan di sebuah hotel di Kota Naha pada dini hari, Sabtu (3/10), waktu setempat.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan penyesalan atas terjadinya kejahatan yang disebutnya sangat kejam. Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi memanggil Duta Besar AS untuk Jepang George Glass, sedangkan Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi memanggil Komandan Pasukan AS di Jepang Stephen Jost.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Jepang menyampaikan protes keras dan meminta militer AS memperketat disiplin. Tokyo juga mendesak otoritas militer Amerika mengambil langkah menyeluruh untuk mencegah kasus serupa berulang. Respons itu muncul ketika warga Okinawa kembali menyoroti beban sosial yang mereka kaitkan dengan penempatan pasukan AS.

Sejumlah warga menilai pangkalan militer telah berkaitan dengan berbagai insiden dan kecelakaan, termasuk kematian warga setempat. Warga lain menyebut persoalan tersebut bukan hanya masalah Okinawa, melainkan tanggung jawab pemerintah Jepang karena kasus serupa dinilai terus muncul tanpa penanganan yang memadai.

Protes juga berlangsung di Kota Uruma. Peserta aksi membawa papan dengan seruan agar Okinawa menjadi tempat yang memungkinkan masyarakat hidup damai. Salah seorang pengunjuk rasa menyampaikan kekhawatiran bahwa kejadian semacam itu dapat menimpa dirinya atau anak-anaknya, karena risiko tersebut tidak dapat diperkirakan.

Pada hari yang sama, polisi Okinawa menangkap dua anggota militer AS lainnya atas dugaan mengemudi dalam keadaan mabuk. Kejahatan yang melibatkan personel militer AS dan pihak terkait, termasuk pembunuhan, pemerkosaan, serta perampokan, telah lama menjadi sumber kekhawatiran masyarakat. Data resmi mencatat kepolisian setempat menangani lebih dari 100 perkara pidana yang melibatkan anggota militer AS dan personel terkait sepanjang 2025.

Tag: Okinawa, Jepang, Amerika Serikat, Militer AS, Protes warga