Keluarga Kapten MT Hanour 25 Menanti Kepulangan Ashari ke Makassar
2026-10-06 06:09 WIB · aindari · 👁 887 dibaca

Ashari Samadikun telah dibebaskan dari pembajakan di Somalia, tetapi keluarganya masih menunggu proses pemulangan ke Indonesia.
Keluarga Kapten Kapal MT Hanour 25, Ashari Samadikun, bersyukur atas keselamatannya setelah kapal tersebut dibebaskan dari penyanderaan perompak di Somalia. Warga asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, itu kini berada di Bosaso, wilayah pesisir utara Somalia, dan masih dalam pengawasan aparat militer. Keluarga berharap pemerintah segera memfasilitasi kepulangannya ke Makassar agar dapat kembali berkumpul dengan keluarga besar.
Harapan tersebut disampaikan ayah Ashari, Syamsuddin Daeng Ngawing, dari kediamannya di Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Gowa. Menurut Syamsuddin, komunikasi dengan putranya masih berlangsung pada waktu-waktu tertentu. Dalam percakapan terakhir melalui panggilan video, Ashari disebut berada dalam kondisi sehat, meski masih mengalami trauma dan tetap waspada meskipun dikawal militer.
Syamsuddin menerima informasi bahwa Ashari dan sejumlah rekannya dibebaskan pada 29 September 2026. Pembebasan itu terjadi setelah aparat keamanan bersenjata Puntland, wilayah semi-otonomi Somalia, menyerbu kapal yang telah dibajak sejak 21 April 2026. Ashari sebelumnya tidak mengetahui rencana penyerbuan. Ia baru menyadari situasi ketika melihat kapal mencurigakan dan menyampaikan bahwa kapal tersebut bukan kapal tanker yang biasa beroperasi.
Dalam penyelamatan itu, terjadi baku tembak antara perompak dan tim keamanan. Para awak kapal sempat diikat, sementara beberapa di antaranya berpura-pura telah meninggal. Ashari kemudian berusaha bergerak ke bagian depan kapal, tetapi kendali kapal telah dirusak. Ia juga sempat ditendang oleh perompak. Saat serbuan berlangsung, kapal tersebut membawa 17 awak.
Lima awak kapal meninggal akibat ditembak perompak. Mereka terdiri atas tiga warga Pakistan, satu warga India, dan satu warga Myanmar. Dari empat warga negara Indonesia yang berada di kapal, semuanya selamat, tetapi Fiki Mutakin asal Bogor mengalami cedera pada kaki dan menjalani perawatan. Ashari disebut berencana mengunjungi rekannya tersebut di rumah sakit.
Selain Ashari, tiga WNI lain dalam kapal itu ialah Adi Faizal, perwira kedua asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan; Wahudinanto, perwira utama asal Pemalang, Jawa Tengah; serta Fiki Mutakin dari Bogor, Jawa Barat. Keluarga Ashari telah berkomunikasi dengan pemerintah dan anggota DPR RI untuk membahas langkah pemulangan dari Somalia ke Indonesia.
Tag: Gowa, Somalia, pembajakan kapal, Ashari Samadikun, Makassar