Aliansi Pertahanan Mekah Mulai Terapkan Komitmen Militer Kolektif
2026-10-06 08:31 WIB · aindari · 👁 865 dibaca

Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan menyepakati langkah operasional untuk mempercepat pengerahan kemampuan militer ke wilayah Arab Saudi.
Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan memutuskan untuk segera memasuki tahap pelaksanaan praktis Aliansi Pertahanan Mekah. Keputusan itu diambil dalam rapat darurat Komite Politik Strategis dan Pertahanan yang berlangsung di Riyadh pada Senin (5/10), dengan agenda membahas perkembangan keamanan serta ancaman terhadap Arab Saudi.
Ketiga negara akan menyiapkan kekuatan dan kemampuan militer yang telah disepakati, lalu mempercepat pengerahannya ke wilayah Arab Saudi. Pelaksanaan langkah tersebut tetap mengikuti mekanisme yang telah disetujui serta hukum nasional masing-masing negara anggota.
Menurut pernyataan bersama, penerapan komitmen itu ditujukan untuk meningkatkan kesiapan, keterpaduan militer, dan kapasitas bersama dalam menghadapi sekaligus mencegah ancaman. Ketiga pihak juga menegaskan bahwa keamanan setiap anggota merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan kolektif aliansi.
Dalam pertemuan tersebut, Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan mengecam upaya yang menargetkan kota suci Mekah dan Madinah. Mereka juga menolak serangan yang masih berlangsung terhadap sejumlah kota lain di Arab Saudi, termasuk serangan terhadap fasilitas sipil dan ekonomi. Ketiga negara menyatakan penolakan terhadap segala bentuk serangan atau ancaman yang dapat membahayakan keamanan dan keutuhan wilayah Arab Saudi.
Komite menunjuk Nauman Mahmood, purnawirawan letnan jenderal dari Pakistan, sebagai sekretaris jenderal pertama Aliansi Pertahanan Mekah. Ia akan menjalankan masa jabatan selama tiga tahun. Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan menyambut penunjukan tersebut serta berharap Mahmood dapat membantu mengembangkan aliansi dan menjalankan sasaran yang telah ditetapkan.
Komite turut meninjau hasil konsultasi politik dan militer sebelum rapat berlangsung, kemudian menyetujui rekomendasi yang diajukan. Pakistan dan Turkiye juga menyampaikan penghargaan atas kesiapan Angkatan Bersenjata Arab Saudi, termasuk kemampuan profesionalnya dalam menghadapi ancaman, menjaga keamanan, dan mempertahankan keutuhan wilayah kerajaan.
Aliansi baru itu dibentuk melalui kesepakatan yang ditandatangani pada 7 Agustus 2026. Setelah penandatanganan, ketiga negara mengambil sejumlah langkah untuk menjalankan perjanjian tersebut. Pengalihan komitmen pertahanan ke langkah nyata kini disebut sebagai penegasan atas persatuan, daya tangkal, serta tekad bersama dalam mempertahankan keamanan, kedaulatan, dan integritas wilayah masing-masing.
Tag: Aliansi Pertahanan Mekah, Arab Saudi, Turkiye, Pakistan, keamanan regional