Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Trump Sebut Pemindahan B-1 dari RAF Fairford Terkait Ancaman

2026-10-06 09:01 WIB · aindari · 👁 337 dibaca

Sejumlah pesawat pengebom B-1 Lancer Amerika Serikat dipindahkan dari pangkalan RAF Fairford di Inggris setelah muncul pernyataan berbeda dari pejabat AS mengenai alasan langkah tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemindahan sejumlah pesawat pengebom B-1 Lancer dari Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris RAF Fairford dilakukan karena adanya ancaman tertentu. Pernyataan itu disampaikan pada Senin ketika ia ditanya apakah pesawat tersebut ditarik akibat situasi keamanan di sekitar pangkalan. Trump menegaskan bahwa keberangkatan pesawat-pesawat itu bukan bagian dari pergerakan rutin tanpa alasan khusus.

Penjelasan Trump berbeda dari keterangan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Pada hari yang sama, Rubio menyebut perpindahan tersebut sebagai bagian dari rotasi normal aset militer Amerika Serikat. Ia juga membantah bahwa keputusan itu berkaitan dengan insiden yang baru-baru ini terjadi di RAF Fairford.

Wakil Presiden AS JD Vance memberikan penjelasan yang lebih berhati-hati. Menurut dia, pemindahan pesawat pengebom itu merupakan tindakan pencegahan. Perbedaan keterangan dari para pejabat Amerika tersebut belum menjelaskan secara terbuka jenis ancaman yang dimaksud Trump maupun apakah ancaman itu berkaitan langsung dengan insiden di sekitar pangkalan.

Keamanan RAF Fairford menjadi perhatian setelah lima warga Inggris ditangkap di dekat pangkalan pada 27 September. Mereka diduga melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Bahan Peledak dan kemudian dibebaskan dengan jaminan pada hari berikutnya. Pada 1 Oktober, seorang warga Inggris berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran juga ditangkap dalam perkara tersebut sebelum dibebaskan dengan jaminan.

RAF Fairford merupakan satu-satunya pangkalan di Eropa yang menjadi lokasi pendaratan pesawat pengebom strategis Amerika Serikat. Fasilitas itu sebelumnya digunakan dalam operasi militer terhadap Irak dan bekas Yugoslavia. Pada Maret, otoritas Inggris mengizinkan Amerika Serikat memakai pangkalan tersebut untuk operasi militer terhadap Iran, dengan ketentuan bahwa penggunaannya hanya untuk operasi pertahanan menurut pemerintah Inggris.

Pangkalan itu juga menjadi lokasi aksi protes pada Juli yang menentang agresi Amerika Serikat. Sebelumnya, Iran membantah keterlibatan dalam insiden di RAF Fairford, sementara Inggris menyelidiki dugaan hubungan Iran dengan penahanan yang terjadi di sekitar pangkalan. Pemindahan B-1 tersebut berpotensi memengaruhi sentimen mengenai keamanan fasilitas militer strategis Amerika di Eropa, meski belum ada keterangan resmi mengenai dampaknya terhadap operasi atau pasar.

Tag: Amerika Serikat, Inggris, RAF Fairford, B-1 Lancer, keamanan militer