Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Dua Bandara di Selatan Arab Saudi Diserang, Tiga Orang Terluka

2026-10-06 17:01 WIB · aindari · 👁 633 dibaca

Otoritas penerbangan sipil Saudi mengonfirmasi serangan terhadap dua bandara di wilayah selatan kerajaan yang mengakibatkan tiga orang terluka dan kerusakan pada sejumlah fasilitas.

Dua bandara internasional di kawasan selatan Arab Saudi menjadi target serangan pada Senin (5/10), menyebabkan tiga orang mengalami luka ringan serta kerusakan material pada sejumlah fasilitas. Konfirmasi resmi baru disampaikan pemerintah Saudi pada hari berikutnya, Selasa.

Badan Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menyebut dua bandara yang terkena serangan adalah Bandara Internasional King Abdullah bin Abdulaziz di Jazan dan Bandara Internasional Najran. Ketiga korban yang mengalami cedera ringan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Tim tanggap darurat bersama sejumlah instansi terkait langsung bergerak menangani situasi sesuai protokol yang berlaku.

GACA menyatakan tengah berkoordinasi dengan lembaga keamanan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi menjamin keselamatan penumpang, pekerja, dan keseluruhan sistem penerbangan sipil di kerajaan tersebut. Menariknya, otoritas Saudi tidak secara eksplisit menyebut pihak mana yang bertanggung jawab atas insiden ini.

Namun di hari yang sama, kelompok Houthi yang berbasis di Yaman mengeklaim telah meluncurkan serangkaian serangan menggunakan rudal dan drone ke berbagai wilayah Arab Saudi. Houthi menyebut sasaran mereka mencakup apa yang mereka istilahkan sebagai "situs sensitif" di Jazan dan Najran. Selain itu, kelompok tersebut juga mengeklaim menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandara Abha, kilang minyak Aramco di Rabigh, serta sejumlah instalasi militer.

Pemerintah Saudi merespons dengan mengecam keras aksi Houthi yang menargetkan fasilitas sipil dan ekonomi di wilayahnya. Riyadh menuding kelompok bersenjata itu sengaja memperkeruh situasi dengan meningkatkan eskalasi militer. Dalam beberapa hari menjelang serangan tersebut, koalisi yang dipimpin Saudi melaporkan keberhasilan mencegat sejumlah rudal balistik dan drone yang diarahkan ke wilayah kerajaan.

Ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi memang terus meningkat belakangan ini. Konflik keduanya berakar pada perang saudara di Yaman, di mana Saudi memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui komunitas internasional sejak Maret 2015. Kelompok Houthi sendiri telah menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, beserta sejumlah wilayah lain sejak September 2014, dan secara berkala melancarkan serangan lintas batas ke wilayah Saudi.

Tag: Arab Saudi, Houthi, serangan bandara, Yaman, konflik Timur Tengah