Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

KAI Angkut 41,6 Juta Ton Batu Bara di Sumatra hingga September 2026

2026-10-06 17:05 WIB · aindari · 👁 880 dibaca

Batu bara menyumbang sekitar 82 persen dari total angkutan barang KAI selama sembilan bulan pertama 2026.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengangkut 41.607.561 ton batu bara sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah itu mencakup sekitar 82 persen dari total angkutan barang KAI yang mencapai 50.756.132 ton pada periode yang sama. Batu bara pun menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar dalam portofolio angkutan barang perusahaan.

Pengangkutan tersebut berlangsung melalui jaringan rel di Sumatra, terutama di wilayah Sumatra Selatan dan Lampung. Operasionalnya ditangani oleh Divisi Regional III Palembang dan Divisi Regional IV Tanjungkarang. Kedua wilayah itu secara keseluruhan mencatat volume angkutan batu bara sebesar 41,61 juta ton hingga September 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa angkutan batu bara membutuhkan kapasitas logistik yang besar, perjalanan terjadwal, serta keterhubungan antara area produksi dan lokasi bongkar. Menurut dia, kereta api dapat membawa muatan dalam jumlah besar melalui satu rangkaian perjalanan sekaligus menjaga kelancaran distribusi menuju titik berikutnya.

Besarnya peran angkutan rel tersebut berlangsung ketika arus batu bara nasional juga berada pada skala tinggi. Badan Pusat Statistik mencatat ekspor batu bara Indonesia selama Januari–Juli 2026 mencapai 201,47 juta ton, atau rata-rata sekitar 28,8 juta ton per bulan. Volume bulanan pada periode itu berada di kisaran 26,85 juta hingga 29,54 juta ton, sedangkan ekspor pada Juli tercatat 29,02 juta ton.

Meski demikian, volume batu bara yang diangkut KAI hingga September 2026 turun 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Januari–September 2025, angkutan komoditas itu mencapai 42.234.185 ton. Di tengah penurunan tersebut, beberapa pelanggan justru mencatat pertumbuhan. Angkutan PT Turba Bara Bany Enim naik 157,5 persen menjadi 2.347.582 ton dari 911.612 ton. PT Mustika Indah Permai meningkat 32,7 persen menjadi 3.609.664 ton dari 2.721.149 ton, sedangkan PT Bukit Bara Alam bertambah sekitar 26 persen menjadi 647.986 ton dari 514.316 ton.

KAI menilai perbedaan kinerja antar pelanggan dan koridor mencerminkan dinamika produksi, kebutuhan industri, serta kesiapan sarana dan prasarana. Pengelolaan kapasitas dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dan keselamatan perjalanan. Dalam konteks perdagangan nasional, BPS mencatat nilai ekspor Indonesia Januari–Juli 2026 sebesar US$167,03 miliar, tumbuh 4,43 persen secara tahunan. Ekspor nonmigas mencapai US$160,01 miliar atau meningkat 5,21 persen. KAI menyatakan akan terus menyesuaikan kapasitas lintas, armada, infrastruktur, terminal, dan pola operasi agar angkutan rel dapat mendukung distribusi komoditas bervolume besar dan berpola rutin.

Tag: KAI, batu bara, angkutan barang, logistik, ekspor