Empat ABK WNI MT Honour 25 Selamat Setelah Operasi Pembebasan di Somalia
2026-10-06 23:31 WIB · aindari · 👁 974 dibaca

Dubes RI untuk Kenya dan Somalia menyebut seluruh ABK Indonesia selamat dalam operasi bersenjata pada 29 September, meski satu orang mengalami luka tembak.
Empat warga negara Indonesia yang menjadi anak buah kapal MT Honour 25 telah kembali ke tanah air setelah hampir enam bulan berada dalam penyanderaan perompak di Somalia. Mereka diserahkan kepada keluarga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, pada Selasa. Duta Besar Indonesia untuk Kenya yang juga merangkap Somalia, Witjaksono Adji, mengatakan pembebasan dilakukan melalui operasi bersenjata pada 29 September.
Kabar mengenai proses penyelamatan itu sempat tidak menentu. Jejaring lokal sebelumnya hanya melaporkan operasi militer Puntland untuk membebaskan sandera dari kapal lain. Pada saat itu, belum ada informasi bahwa MT Honour 25 menjadi sasaran operasi serupa. Pemerintah Indonesia kemudian menerima kabar bahwa pasukan melakukan penyerangan untuk membebaskan para ABK di kapal tersebut.
Kepastian mengenai kondisi para WNI diperoleh dari Kapten Ashari Samadikun. Ia menyampaikan bahwa seluruh ABK Indonesia selamat, meskipun seorang anggota mengalami cedera. Fiki Mutakin, 25 tahun, terkena tembakan pada kaki kanan ketika operasi berlangsung. Saat tiba di Jakarta, ia masih menjalani pemulihan dan menggunakan kursi roda.
Setelah dibebaskan, para ABK menjalani masa pemulihan di Puntland sebelum dipulangkan ke Indonesia. Witjaksono mengatakan informasi awal bahkan sempat memunculkan kabar bahwa ada WNI yang menjadi korban dalam operasi tersebut. Konfirmasi langsung dari kapten kapal kemudian memastikan bahwa seluruh awak Indonesia masih hidup.
Witjaksono menegaskan bahwa jalur diplomasi tetap menjadi pendekatan utama pemerintah dalam upaya membebaskan para sandera. Pemerintah Indonesia berkomunikasi dengan pemerintah Puntland, yang memiliki tanggung jawab atas wilayah laut lokasi pembajakan, serta pemerintah pusat Somalia. Dialog juga dilakukan melalui jejaring komunitas dan lembaga swadaya masyarakat setempat. Operasi bersenjata, menurut dia, bukan pilihan utama yang ditempuh Indonesia.
Keempat ABK yang tiba di Indonesia terdiri atas Ashari Samadikun dari Gowa, Sulawesi Selatan; Wahudinanto, 48 tahun, dari Pemalang, Jawa Tengah; Adi Faizal, 27 tahun, dari Bulukumba, Sulawesi Selatan; serta Fiki Mutakin dari Bogor, Jawa Barat. Mereka kini kembali bersama keluarga setelah keluar dari tahanan para pembajak.
MT Honour 25 dilaporkan dibajak di perairan Hafun, Somalia, pada 22 April 2026. Kapal itu juga membawa 10 ABK asal Pakistan, serta masing-masing satu awak dari India dan Myanmar. Pemerintah Indonesia menyatakan keempat WNI berhasil diselamatkan dan dipulangkan ke tanah air.
Tag: Somalia, ABK WNI, MT Honour 25, Pembajakan kapal, Puntland