AMI Pesan 20.000 GPU NVIDIA Rubin untuk Fasilitas AI di India dan Malaysia
2026-10-07 17:04 WIB · aindari · 👁 883 dibaca

Ekspansi tersebut menambah komitmen kapasitas AMI menjadi sekitar 29.000 GPU dan hampir 100 MW, dengan pengiriman dijadwalkan pada kuartal II 2027.
AM Intelligence (AMI), platform infrastruktur kecerdasan buatan yang didirikan oleh Promotor Greenko, memesan tambahan 20.000 GPU NVIDIA Rubin untuk dua fasilitas AI di India dan Malaysia. Perangkat tersebut akan digunakan dalam sistem NVIDIA Vera Rubin NVL72 berskala rak, yang ditujukan bagi penyedia komputasi awan, perusahaan, dan pengembang AI.
Pesanan baru itu melengkapi komitmen awal AMI sebanyak 9.000 GPU NVIDIA Rubin untuk fasilitas AI pertama di Hyderabad. Dengan tiga pesanan tersebut, kapasitas yang telah dikomitmenkan AMI mencapai sekitar 29.000 GPU dan hampir 100 megawatt (MW). Tambahan kapasitas sekitar 70 MW akan ditempatkan di India dan Malaysia, dengan pengiriman direncanakan berlangsung pada kuartal II 2027.
AMI menyebut komitmen itu menempatkannya sebagai salah satu pembeli awal sekaligus pembeli terbesar GPU Rubin di luar Amerika Utara. Perusahaan menargetkan penambahan kapasitas 300 MW ke pasar dalam 15 bulan mendatang. Rencana tersebut memerlukan belanja modal lebih dari 20 miliar dolar AS, di luar 6 miliar dolar AS yang telah dialokasikan untuk kapasitas awal 100 MW.
Dua fasilitas baru akan menggunakan rancangan arsitektur yang sama dengan AI Factory AMI di Hyderabad. Infrastruktur tersebut menggabungkan platform NVIDIA Vera Rubin, jaringan RDMA over Converged Ethernet (RoCE) berkecepatan tinggi, serta sistem penyimpanan canggih. Fasilitas juga dirancang untuk menampung rak dengan kepadatan daya tinggi dan menggunakan pendingin cair secara menyeluruh, sehingga dapat mendukung generasi chip AI berikutnya dalam ruang fisik yang sama.
Dalam pernyataannya, Chairman AMI Anil Chalamalasetty mengatakan pendekatan tersebut ditujukan untuk mempercepat pemindahan data dan meningkatkan efisiensi pengoperasian infrastruktur AI. Managing Director Asia South NVIDIA Vishal Dhupar menilai kombinasi komputasi terakselerasi, jaringan berperforma tinggi, dan pendingin cair dapat menjadi dasar bagi pengembang serta perusahaan untuk mengembangkan aplikasi AI yang lebih besar.
Selain proyek yang telah dipesan, AMI memiliki pipeline Compute-as-a-Service sekitar 400 MW di India, Amerika Serikat, Eropa, dan Malaysia. Tiga pesanan yang diumumkan menjadi tahap awal dari pipeline itu, sementara kapasitas lain masih dalam pengembangan untuk direalisasikan secara bertahap pada 2027 hingga awal 2028. AMI juga menargetkan kapasitas Compute-as-a-Service sebesar 1 GW sebagai bagian dari rencana pusat data AI berdaya 5 GW di India, Amerika Serikat, dan Eropa. Perusahaan mengembangkan ekosistem yang mencakup energi, pusat data, perangkat keras, dan model AI, dengan dukungan pembangkitan energi terbarukan serta penyimpanan energi milik Greenko. Layanannya ditujukan bagi hyperscaler, penyedia neo-cloud, laboratorium AI, perusahaan berbasis AI, inisiatif AI berdaulat, dan pengembang lokal.
Tag: AMI, NVIDIA Vera Rubin, GPU AI, pusat data, India dan Malaysia