Gianyar Dinilai Layak Menjadi Model Nasional Penanganan Stunting dan TB
2026-10-07 17:04 WIB · aindari · 👁 449 dibaca

Kementerian Kesehatan menilai penurunan stunting dan penguatan layanan kesehatan di Gianyar dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menilai Kabupaten Gianyar, Bali, memiliki praktik kesehatan yang patut dipelajari daerah lain, terutama dalam menekan stunting serta menjaga rendahnya kematian ibu dan anak. Penilaian itu disampaikan setelah ia meninjau Posyandu Banjar Jukut Paku di Desa Singakerta, Gianyar, pada Rabu. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung strategi yang diterapkan pemerintah daerah dalam mencapai capaian kesehatan tersebut.
Bali secara umum termasuk wilayah dengan prevalensi stunting rendah. Karena itu, Kementerian Kesehatan ingin mengkaji lebih jauh pendekatan yang digunakan Gianyar dan mendorong penerapannya sebagai salah satu rujukan nasional. Selain penanganan masalah gizi pada anak, pemerintah pusat juga melihat peluang menjadikan Gianyar sebagai daerah percontohan dalam percepatan eliminasi tuberkulosis atau TB.
Benjamin menyatakan pola kerja yang telah berjalan di Gianyar akan didorong agar kabupaten itu dapat menjadi daerah pertama yang bebas TB. Upaya tersebut berjalan beriringan dengan penguatan layanan ibu dan anak, termasuk perhatian terhadap angka kematian ibu serta bayi. Pemerintah daerah menilai target kesehatan itu membutuhkan kerja bersama, bukan program yang dilaksanakan secara terpisah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Ni Nyoman Ariyuni mengatakan capaian kesehatan daerah terus membaik melalui penguatan pelayanan dari lingkungan masyarakat sampai fasilitas kesehatan. Prevalensi stunting tercatat turun menjadi 3,8 persen pada 2025. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menugaskan dokter spesialis anak, psikolog, dan nutrisionis dari rumah sakit pemerintah maupun swasta ke desa-desa sasaran.
Tim tersebut memantau pertumbuhan anak, memberikan pemahaman mengenai gizi, memperbaiki pola pengasuhan, serta memperkuat keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam pencegahan stunting sejak awal. Gianyar juga meningkatkan layanan ibu dan anak serta penanganan TB melalui Posyandu ILP, pemeriksaan ultrasonografi oleh dokter puskesmas, dan pelacakan kasus TB yang digabungkan dengan cek kesehatan gratis.
Asisten Administrasi Umum Setda Gianyar I Ketut Pasek Lanang Sadia, yang mewakili Bupati Gianyar, menyebut kesehatan sebagai salah satu dasar pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya kerja lintas sektor dan penguatan posyandu serta puskesmas sebagai layanan primer. Berdasarkan SSGI Kementerian Kesehatan, angka stunting Gianyar turun dari 6,3 persen pada 2022 menjadi 5,4 persen pada 2024. Capaian itu menempatkan Gianyar sebagai daerah dengan prevalensi terendah kedua di Indonesia setelah Klungkung. Pada 2025, sebanyak 991 dari 25.896 balita yang diperiksa terindikasi stunting, setara dengan prevalensi 3,8 persen.
Tag: stunting, Gianyar, tuberkulosis, kesehatan ibu dan anak, posyandu