Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Korsel Evaluasi Skema Bebas Wajib Militer bagi Atlet dan Seniman

2026-10-08 06:02 WIB · aindari · 👁 832 dibaca

Pemerintah Korea Selatan membuka peninjauan ulang terhadap pengecualian wajib militer setelah pernyataan sejumlah pesepak bola memicu kritik publik.

Pemerintah Korea Selatan akan mengkaji kembali aturan yang memungkinkan atlet dan seniman berprestasi memperoleh pengecualian dari wajib militer. Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Chae Hwi-young menyampaikan rencana itu dalam sidang audit tahunan parlemen, Rabu, setelah kontroversi yang melibatkan anggota tim sepak bola putra U-23 Korea Selatan.

Perdebatan kembali mengemuka setelah tim tersebut meraih medali emas Asian Games pada Sabtu. Sejumlah pemain kemudian menampilkan status mereka sebagai penerima pengecualian militer, tindakan yang dinilai tidak pantas oleh publik. Salah satu pemain, Yang Min-hyeok, bahkan mengatakan bahwa memperoleh pengecualian menjadi fokus utamanya, bukan kemenangan dalam turnamen. Pernyataan itu memicu kemarahan masyarakat.

Pemain lain, Park Seung-soo, turut menuai perhatian setelah mengunggah foto dirinya memakai topi yang lazim dikenakan oleh orang-orang yang telah menuntaskan masa wajib militer. Rangkaian tindakan tersebut menghidupkan kembali pertanyaan lama mengenai kesetaraan dalam sistem yang membebaskan sebagian orang dari kewajiban negara.

Menurut Chae, kementeriannya akan meminta pandangan dari kalangan olahraga dan seni. Pemerintah juga berencana berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan Nasional serta Administrasi Tenaga Kerja Militer sebelum menyusun kebijakan lanjutan. Ia mengatakan peninjauan diperlukan karena persoalan itu telah menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Chae menjawab pertanyaan anggota parlemen Cho Gye-won dari Partai Demokrat dalam forum tersebut.

Korea Selatan mewajibkan pria yang memenuhi syarat fisik untuk menjalani dinas militer selama 18 hingga 21 bulan. Pengecualian pada dasarnya tersedia bagi seniman dan atlet yang meraih penghargaan tertinggi dalam kompetisi domestik atau internasional yang ditetapkan pemerintah. Dalam olahraga, peraih medali Olimpiade atau medali emas Asian Games termasuk kelompok yang dapat memperoleh fasilitas tersebut.

Chae menyebut manfaat itu membantu atlet dan seniman berkemampuan tinggi menjaga sekaligus mengembangkan keahlian mereka. Namun, ia menilai pandangan masyarakat terhadap dinas militer dan pentingnya keadilan telah berubah. Ia juga menyoroti distribusi penerima yang tidak merata: dari 43 atlet yang memenuhi syarat berdasarkan capaian di Asian Games tahun ini, 36 di antaranya merupakan pemain sepak bola atau bisbol. Sehari sebelumnya, Kementerian Pertahanan menyatakan sedang mempertimbangkan pembatasan cakupan atau penghapusan sistem tersebut. Pertimbangannya mencakup rasa adil bagi warga yang tetap berdinas serta berkurangnya jumlah calon personel militer.

Tag: Korea Selatan, wajib militer, Asian Games, atlet, kebijakan publik