Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Pemerintah Pertimbangkan Pembatasan Smelter Nikel di Tengah Risiko Kelebihan Pasokan

2026-10-08 06:03 WIB · aindari · 👁 463 dibaca

Isu pengendalian kapasitas pengolahan nikel, pembiayaan UMKM, layanan biometrik bandara, dan prospek ekonomi Indonesia menjadi sorotan ekonomi pada 7 Oktober.

Pemerintah membuka kemungkinan membatasi pembangunan smelter nikel yang menghasilkan produk setengah jadi. Opsi moratorium itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia di sela Investor Daily Summit di Jakarta, Rabu. Kebijakan tersebut dipertimbangkan karena meningkatnya risiko kelebihan pasokan nikel di pasar global. Pembatasan pembangunan dapat menjadi salah satu langkah untuk merespons kondisi pasar tersebut.

Pada hari yang sama, Otoritas Jasa Keuangan mencatat pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah dari berbagai sektor jasa keuangan mencapai Rp1.949 triliun hingga Juli 2026. Nilai itu tumbuh 3,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan, perluasan pembiayaan tidak cukup hanya diukur dari besarnya dana yang tersalurkan.

Menurut Dian, pembiayaan tersebut perlu mendorong UMKM menjadi lebih produktif, kompetitif, dan mampu menghadapi perubahan. Penguatan sektor ini juga diharapkan meningkatkan perannya dalam penciptaan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi nasional. Catatan OJK itu menunjukkan bahwa akses pendanaan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pelaku usaha, bukan sekadar menambah jumlah kredit.

Di sektor transportasi, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyiapkan pemanfaatan teknologi biometrik bagi penumpang di bandar udara. Teknologi ini ditujukan untuk membuat proses perjalanan lebih mudah, cepat, dan nyaman. Penerapannya tetap harus berjalan bersama standar keamanan penerbangan dan perlindungan data pribadi, sehingga kemudahan layanan tidak mengurangi aspek keselamatan maupun keamanan informasi masyarakat.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia menilai proyeksi Bank Dunia mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen pada 2026 sebagai sinyal positif. Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani menyebut proyeksi tersebut mencerminkan optimisme terhadap peningkatan pertumbuhan, tetapi mengingatkan agar kondisi daya beli masyarakat di lapangan tetap dicermati. Dengan demikian, proyeksi pertumbuhan masih perlu dilihat bersama perkembangan konsumsi dan aktivitas ekonomi nyata.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan juga menyampaikan keyakinan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian global. Dalam Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, ia mengajak investor domestik dan internasional untuk tetap menanamkan modal serta membangun kerja sama di Indonesia. Pernyataan itu menjadi penegasan pemerintah bahwa risiko global tidak serta-merta menggambarkan kerentanan ekonomi nasional.

Tag: smelter nikel, UMKM, pertumbuhan ekonomi, biometrik bandara, investasi