Rumah Sakit Jantung Gratis di Kabul Layani Anak dari Berbagai Wilayah Afghanistan
2026-10-08 06:08 WIB · aindari · 👁 471 dibaca

Fasilitas berkapasitas 50 tempat tidur itu telah mengoperasi 154 anak, tetapi panjangnya antrean menunjukkan besarnya kebutuhan layanan jantung anak di Afghanistan.
Sebuah rumah sakit jantung baru di kawasan pinggiran Kabul mulai menangani anak-anak dengan kelainan jantung bawaan di tengah keterbatasan layanan kesehatan Afghanistan. Fasilitas yang didukung Perhimpunan Bulan Sabit Merah Afghanistan (ARCS) tersebut menyediakan pemeriksaan, perawatan, operasi, rawat inap, dan obat-obatan tanpa biaya bagi pasien anak dari berbagai daerah.
Rumah sakit itu memiliki kapasitas 50 tempat tidur dan mulai beroperasi sekitar dua bulan sebelum laporan ini diterbitkan. Hingga kini, sebanyak 154 anak telah menjalani operasi. Setiap hari, tim medis melakukan sekitar empat sampai delapan prosedur, termasuk penanganan terhadap anak yang lahir dengan lubang pada jantung.
Kepala rumah sakit, Dr. Abdul Wali Atmanzai, mengatakan jumlah pendaftar baru mencapai 20 hingga 30 pasien per hari. Data nasional yang menyeluruh belum tersedia, tetapi ia memperkirakan lebih dari 100.000 anak di Afghanistan mungkin hidup dengan kelainan jantung. Menurut perkiraannya, 20 hingga 25 persen dari kelompok tersebut berisiko meninggal apabila tidak memperoleh diagnosis dan tindakan medis yang sesuai.
Kehadiran fasilitas gratis ini menjadi penting bagi keluarga berpenghasilan rendah yang tidak sanggup membayar perawatan di rumah sakit swasta. Mohammad Hassan, ayah lima anak dengan kelainan jantung, menempuh perjalanan hampir 390 kilometer dari Provinsi Jawzjan menuju Kabul untuk mencari pertolongan bagi putrinya yang berusia tiga tahun. Ia pernah kehilangan bayi berusia dua bulan akibat lubang pada jantung karena tidak mampu membiayai pengobatan.
Sebuah rumah sakit swasta sebelumnya meminta sekitar 300.000 afghani untuk merawat putri Hassan. Biaya tersebut berada di luar kemampuan Hassan yang bekerja sebagai buruh harian. Ia mengatakan seluruh kebutuhan medis di rumah sakit jantung Kabul, mulai dari pemeriksaan hingga operasi dan obat, ditanggung secara cuma-cuma.
Keluarga lain juga menghadapi hambatan serupa. Naz Mohammad baru mengetahui kondisi jantung putrinya yang berusia lima tahun setelah kembali dari bekerja di luar negeri. Rumah sakit swasta memperkirakan biaya perawatan antara 120.000 dan 200.000 afghani, jumlah yang tidak mampu dibayar keluarganya. Karena banyak pasien miskin datang ke fasilitas umum tersebut, ia harus menunggu antara enam bulan hingga dua tahun, tetapi tetap berharap putrinya segera mendapat giliran dan dapat tumbuh lebih sehat.
Lonjakan pasien memperlihatkan bahwa kebutuhan operasi jantung anak di Afghanistan masih jauh lebih besar daripada kapasitas layanan yang tersedia. Bagi para dokter, keberhasilan tindakan tidak hanya berarti perbaikan kondisi medis, tetapi juga memberi peluang bagi anak-anak untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat serta mengurangi beban emosional dan keuangan keluarga.
Tag: Kesehatan anak, Kelainan jantung bawaan, Afghanistan, Rumah sakit gratis, Operasi jantung