Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Otomotif

Peralihan ke Mobil Listrik Mengikis Penjualan Bensin di Australia

2026-10-08 06:09 WIB · aindari · 👁 681 dibaca

Penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel melemah pada September ketika kendaraan listrik mencatat pangsa besar di pasar otomotif Australia.

Pasar kendaraan baru Australia menunjukkan pergeseran kuat dari mesin konvensional menuju elektrifikasi pada September. Berdasarkan laporan Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI), penjualan kendaraan berbahan bakar bensin menyusut 36,2 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, kendaraan diesel juga mengalami penurunan sebesar 18,4 persen.

Kinerja tersebut berbanding terbalik dengan penjualan kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV), serta kendaraan plug-in hybrid. FCAI mencatat penjualan kedua jenis kendaraan tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama sebelumnya.

BEV mengambil porsi 24,2 persen dari seluruh penjualan kendaraan baru di Australia pada September. Angka itu menjadi pangsa pasar tertinggi kedua yang pernah dicatat, hanya di bawah capaian Agustus sebesar 24,9 persen. Dengan hasil tersebut, kendaraan listrik berbasis baterai telah mempertahankan pangsa minimal 20 persen selama lima bulan beruntun.

Pangsa tersebut pertama kali menembus level 20 persen pada Mei. Tren itu memperlihatkan bahwa permintaan terhadap kendaraan listrik terus menguat, sementara penjualan kendaraan dengan sumber tenaga bensin dan diesel mengalami tekanan. Data FCAI menggambarkan perubahan komposisi pasar yang berlangsung dalam waktu relatif singkat.

Selain perubahan jenis kendaraan, laporan tersebut mencatat pergeseran asal pasokan mobil baru. Tiongkok menjadi sumber terbesar kendaraan yang terjual di Australia pada September, dengan pangsa 35,5 persen. Jepang berada di posisi berikutnya dengan kontribusi 22,5 persen.

Tiongkok pertama kali memimpin pasokan kendaraan baru Australia pada Februari. Perubahan itu mengakhiri dominasi Jepang yang sebelumnya menjadi pemasok utama setiap bulan selama hampir tiga dekade. Perkembangan tersebut menempatkan produsen asal Tiongkok pada posisi yang semakin penting di pasar Australia.

BYD menjadi salah satu pemain yang mencatat pertumbuhan besar. Sepanjang Januari hingga akhir September, produsen asal Tiongkok itu menjual 76.614 kendaraan baru di Australia. Jumlah tersebut meningkat 102 persen dibandingkan penjualan 37.923 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Data ini memperkuat gambaran bahwa pertumbuhan kendaraan listrik berjalan bersamaan dengan meningkatnya peran merek dan pasokan dari Tiongkok.

Tag: Australia, Kendaraan listrik, BEV, BYD, Penjualan mobil