Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Brian Yuliarto Minta Mahasiswa Gunakan Data untuk Menjawab Tantangan Indonesia

2026-10-08 17:02 WIB · aindari · 👁 656 dibaca

Mendiktisaintek mendorong organisasi mahasiswa memperkuat kepemimpinan, analisis, dan keberanian berkontribusi berdasarkan persoalan nyata.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto meminta ketua serta pengurus organisasi mahasiswa mengembangkan kepemimpinan dan kemampuan berpikir analitis. Ia menilai mahasiswa perlu berani mengambil peran dalam menghadapi persoalan Indonesia, bukan hanya membahasnya secara umum tanpa dasar yang jelas.

Dalam keterangan di Jakarta, Kamis, Brian mengajak mahasiswa membaca kondisi nasional melalui sejumlah indikator ekonomi. Ia menyebut Produk Domestik Bruto Indonesia naik dari sekitar 1,02 triliun dolar AS pada 2017 menjadi 1,48 triliun dolar AS pada 2024. Kenaikan itu berarti ekonomi tumbuh hampir 35 persen dalam kurun tujuh tahun.

Namun, angka pertumbuhan tersebut perlu dilihat bersama perkembangan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan Pusat Data Bank Dunia 2025, jumlah penduduk miskin dan rentan miskin meningkat dari 46,1 juta menjadi 49,5 juta orang pada periode yang sama. Jumlah penduduk kelas menengah justru berkurang, dari 22,1 juta menjadi 17,4 juta orang.

Brian mengatakan data itu menunjukkan pertumbuhan ekonomi belum tentu dinikmati secara merata. Ia juga menyoroti peningkatan kekayaan kelompok terkaya, termasuk kenaikan kekayaan 10 orang terkaya yang disebut mencapai 153 persen. Menurut dia, perbedaan tersebut menjadi alasan bagi calon pemimpin untuk menyusun pendapat dan gagasan dengan bertumpu pada data, baik saat mengenali masalah maupun menentukan langkah penyelesaiannya.

Kemampuan memahami data, lanjut Brian, penting karena mahasiswa kelak dapat berkiprah di berbagai bidang. Analisis yang berbasis bukti dapat membantu mereka menentukan persoalan yang perlu diintervensi serta bentuk kontribusi yang paling relevan. Ia juga menyebut Indonesia memiliki kekayaan alam yang besar, tetapi hingga kini masih menghadapi tantangan dalam mengelolanya.

Brian mendorong mahasiswa memandang persoalan nasional sebagai pekerjaan bersama dengan sikap optimistis. Negara-negara yang kini memiliki pendapatan per kapita lebih tinggi, menurutnya, pernah menghadapi kondisi yang tidak jauh berbeda. Karena itu, latar belakang dan keadaan seseorang saat ini tidak semestinya dianggap sebagai penentu masa depan. Mahasiswa diminta menemukan ruang kontribusinya, terus berusaha meski mengalami kegagalan, dan mulai melakukan perbaikan sejak sekarang.

Tag: Pendidikan, Mahasiswa, Kepemimpinan, Data ekonomi, Brian Yuliarto