Penanganan Intrusi Laut Ditargetkan Lindungi 8.000 Hektare Sawah Lampung Selatan
2026-10-08 17:02 WIB · aindari · 👁 751 dibaca

Kementerian PU membenahi jaringan saluran dan pintu air di DIR Pisang untuk menjaga pasokan irigasi serta mengurangi risiko gagal panen.
Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat penanganan intrusi air laut di Daerah Irigasi Rawa (DIR) Pisang, Kabupaten Lampung Selatan. Upaya tersebut ditujukan untuk melindungi sekitar 8.000 hektare lahan pertanian yang membutuhkan pasokan air tawar dan sistem tata air yang terkendali.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan, infrastruktur sumber daya air menjadi salah satu penopang kesinambungan produksi pangan. Menurut dia, jaringan yang berfungsi baik memberi kepastian layanan air bagi petani, menjaga produktivitas lahan, dan membantu mempertahankan ketersediaan pangan. Penanganan di DIR Pisang dilakukan agar distribusi air lebih lancar sekaligus menjaga ketersediaan air baku bagi lahan masyarakat.
Pekerjaan dilaksanakan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung pada jaringan yang terhubung dengan Sungai Way Sekampung dan Saluran Pembuang Sekunder (SPS) Sragi. Pemerintah menormalisasi saluran suplesi dari Way Sekampung menuju SPS Sragi sepanjang sekitar 1,3 kilometer. SPS Sragi juga dinormalisasi sepanjang 3,2 kilometer, sehingga total saluran yang ditangani mencapai kurang lebih 4,5 kilometer.
Selain memperbesar kapasitas aliran, proyek ini mencakup penyelesaian perbaikan empat pintu Tabat Gayau dan 13 pintu pembuang. Tiga gorong-gorong dengan panjang gabungan 30 meter telah dipasang, kemudian diperkuat menggunakan pasangan batu kali. Infrastruktur tersebut mendukung penyaluran air ke area pertanian sekaligus membantu membatasi pergerakan air laut menuju jaringan irigasi.
Untuk memperkuat pasokan, air dari Sungai Way Sekampung dipompa ke saluran sepanjang sekitar 700 meter dengan mobile pump. Petugas juga mengangkat endapan pada Saluran Pembuangan Primer (SPP) Sekampung–SPS Sragi sepanjang 5,8 kilometer serta SPP Sekampung–SPP Bali Agung sepanjang 5,6 kilometer. Pengerjaan sedimentasi itu menggunakan lima unit Excavator Long Arm agar air dapat diteruskan ke saluran SPP sebelum dipompa menuju sawah.
Pintu Tabat Gayau memiliki fungsi penting dalam pengaturan tata air. Saat hujan, pintu dapat dibuka untuk mengalirkan air ke Sungai Sekampung. Ketika kemarau, pintu ditutup untuk menahan air asin dan mempertahankan air hasil pompa tetap berada di saluran SPP. Kementerian PU menilai rangkaian pekerjaan ini dapat membuat aliran menuju jaringan pertanian lebih teratur, menjaga pasokan air baku, serta membantu petani mempertahankan produktivitas di kawasan yang terdampak intrusi air laut.
Tag: irigasi, intrusi air laut, Lampung Selatan, sawah, Kementerian PU