Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Gaya Hidup

Earphone Kabel Jadi Pilihan Baru Gen Z, dari Gaya Y2K hingga Bebas Isi Daya

2026-10-08 17:03 WIB · aindari · 👁 906 dibaca

Kembalinya earphone kabel di kalangan Gen Z menunjukkan bahwa kenyamanan, fungsi, dan gaya personal mulai dipertimbangkan ulang di tengah dominasi perangkat nirkabel.

Earphone kabel kembali terlihat digunakan oleh sejumlah anak muda, termasuk Generasi Z, meski True Wireless Stereo (TWS) dan earbud Bluetooth masih mendominasi pasar. Tren ini tidak semata-mata berkaitan dengan kerinduan terhadap perangkat lama. Sejumlah survei, termasuk yang dilakukan di Tokyo, menunjukkan bahwa pilihan tersebut berkaitan dengan perubahan cara anak muda menilai teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pendorongnya adalah kebangkitan estetika Y2K yang merujuk pada gaya populer era 1990-an hingga awal 2000-an. Mode retro kembali hadir dalam budaya pop, sementara sejumlah figur publik seperti Bella Hadid dan Jacob Elordi pernah tertangkap kamera mengenakan earphone kabel. Penampilan itu turut memunculkan tren "Wired It Girls" di TikTok dan Instagram.

Bagi sebagian Gen Z, kabel yang menjuntai kini tidak lagi dianggap sebagai tanda ketinggalan zaman. Earphone tersebut justru dapat menjadi bagian dari penampilan, dengan kesan vintage dan autentik. Perangkat audio akhirnya tidak hanya dipandang sebagai alat untuk mendengarkan musik, tetapi juga sebagai aksesori yang membantu membentuk ekspresi diri.

Pertimbangan praktis menjadi alasan lain. Pengguna tidak perlu menambah perangkat yang harus diisi daya, seperti ketika mereka sudah menggunakan smartphone, laptop, dan smartwatch. Earphone kabel dapat langsung dipakai setelah dicolokkan tanpa proses pairing Bluetooth. Cara penggunaan ini juga mengurangi kekhawatiran baterai habis saat perangkat sedang digunakan.

Kabel yang terlihat jelas juga berfungsi sebagai penanda sosial di ruang publik. Berbeda dari TWS yang berukuran kecil dan kadang tidak mudah disadari orang lain, earphone kabel dapat memberi isyarat bahwa pemakainya sedang mendengarkan sesuatu, berkonsentrasi, atau tidak ingin diganggu. Dalam konteks itu, penggunaannya dapat menjadi bentuk digital detox sederhana ketika berada di tengah lingkungan ramai.

Dari sisi teknis, sambungan kabel menawarkan audio yang konsisten tanpa latensi atau jeda transmisi seperti yang dapat terjadi pada koneksi nirkabel. Risiko kompresi sinyal juga menjadi pertimbangan. Selain itu, earphone kabel tidak memiliki dua unit kecil yang berpotensi terpisah atau hilang seperti pada TWS, sehingga dinilai lebih ekonomis dan tahan lama oleh sebagian pengguna.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu membuat fitur paling canggih menjadi pilihan utama. Bagi sebagian Gen Z, perangkat yang mudah digunakan, mendukung gaya personal, memberi batas sosial, serta sesuai dengan pertimbangan biaya dapat terasa lebih relevan dibandingkan teknologi nirkabel.

Tag: Generasi Z, earphone kabel, gaya Y2K, teknologi, TWS