Washington Kaji Opsi Operasi Baru terhadap Iran Menjelang Pemilu Sela
2026-10-08 19:02 WIB · aindari · 👁 408 dibaca

Presiden Donald Trump dan tim keamanan nasional Amerika Serikat membahas kemungkinan operasi militer besar terhadap Iran, tetapi keputusan serta jadwal pelaksanaannya belum ditetapkan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama tim keamanan nasionalnya sedang menimbang sejumlah skenario untuk melanjutkan operasi militer berskala besar terhadap Iran. Opsi tersebut disiapkan untuk kemungkinan pelaksanaan dalam beberapa pekan mendatang, termasuk sebelum pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November 2026.
Menurut laporan NBC News yang mengutip sejumlah sumber, pembahasan mengenai strategi Washington terhadap Iran dan Yaman berlangsung dalam pertemuan di Camp David pada pekan sebelumnya. Setelah rapat itu, militer Amerika Serikat menyusun pilihan operasional baru untuk dipertimbangkan Trump. Hingga kini, belum ada keputusan final mengenai langkah yang akan diambil.
Seorang pejabat Gedung Putih menyampaikan kepada NBC News bahwa Trump memiliki kendali penuh atas keputusan tersebut dan akan memilih langkah yang dinilai paling sesuai bagi kepentingan Amerika Serikat. Pernyataan itu menggambarkan adanya dua jalur pilihan, tetapi tidak menjelaskan bentuk operasi ataupun target yang mungkin dipilih.
Waktu dimulainya kembali operasi militer besar tersebut juga masih belum diketahui. Trump harus mempertimbangkan kondisi persediaan sejumlah jenis senjata utama Amerika Serikat yang dilaporkan mulai menipis. Situasi itu disebut membuat presiden frustrasi dan menjadi salah satu faktor dalam pembahasan opsi berikutnya.
Laporan The Atlantic pada 7 Oktober, dengan merujuk dua sumber dari Amerika Serikat, menyebut Gedung Putih telah meminta Pentagon menyiapkan beberapa alternatif serangan terhadap Iran menjelang pemilu sela. Informasi tersebut memperkuat laporan bahwa pemerintahan Trump sedang mempersiapkan pilihan militer, meskipun belum menunjukkan bahwa serangan baru telah diputuskan.
Ketegangan saat ini merupakan kelanjutan dari rangkaian serangan yang dimulai pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah sasaran di Iran. Iran kemudian melancarkan serangan balasan. Pada pertengahan Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan, tetapi kesepakatan itu tidak menghentikan konflik secara permanen. Kedua pihak kembali saling menyerang tidak lama kemudian.
Konflik tersebut belum terselesaikan. Di tengah ketegangan, Iran dan Oman disebut menyepakati jalur pelayaran aman di Selat Hormuz. Qatar juga menyatakan bahwa Washington dan Teheran masih saling menyampaikan pesan untuk berupaya mengakhiri perang.
Tag: Amerika Serikat, Iran, Donald Trump, operasi militer, pemilu sela