Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

MBG Membuka Pasar Lebih Pasti bagi Pedagang dan Nelayan Sabang

2026-10-09 06:01 WIB · aindari · 👁 458 dibaca

Kemitraan dengan Program Makan Bergizi Gratis membantu pelaku usaha ikan di pesisir Sabang memperoleh pendapatan yang lebih stabil sekaligus memperbaiki harga jual hasil tangkapan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberi dampak ekonomi bagi pedagang ikan di pesisir Kota Sabang, Pulau Weh, Aceh. Salah satu pelaku usaha, Fitra Novrizal, menyebut kemitraan tersebut membuat pendapatan pedagang lebih terjaga dan ikut mendorong harga ikan dari nelayan menjadi lebih menguntungkan.

Keterlibatan pedagang bermula ketika petugas survei lapangan dari Badan Gizi Nasional (BGN) mendatangi lokasi usaha mereka. Dalam proses itu, petugas dan pedagang membahas kebutuhan ikan yang diperlukan untuk penyediaan menu MBG, baik dari sisi jenis maupun volume harian hingga mingguan. Setelah melalui pembicaraan tersebut, para pedagang memutuskan untuk bergabung sebagai mitra.

Menurut Fitra, kondisi usaha nelayan sebelumnya sangat dipengaruhi pergantian musim, termasuk musim timur dan musim barat. Saat musim barat berlangsung, pasokan ikan menjadi lebih sulit diperoleh. Keadaan itu kemudian berpengaruh terhadap pendapatan nelayan dan pedagang yang bergantung pada hasil tangkapan.

Adanya kebutuhan ikan untuk program MBG memberikan kepastian tambahan bagi pelaku usaha perikanan setempat. Fitra berharap program tersebut terus berjalan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh pedagang dan nelayan di Sabang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo karena program itu dinilai membantu nelayan memperoleh harga jual yang lebih optimal.

Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, menilai MBG dapat digunakan untuk memperkuat sistem pangan lokal. Penyediaan makanan bagi anak sekolah, menurut dia, juga berpotensi mendorong tumbuhnya industrialisasi perdesaan di sektor pangan.

BGN menyatakan akan terus berperan sebagai pembeli siaga yang menyerap hasil tangkapan dan produk perikanan lokal secara langsung. Produk tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan menu harian MBG sesuai standar yang ditetapkan. Langkah ini diarahkan agar hasil perikanan lokal dapat masuk ke rantai pasok program secara lebih teratur.

Kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan juga terus diperkuat. Kemitraan itu ditujukan untuk menghubungkan sentra produksi perikanan, yang mencakup nelayan, pembudidaya ikan, dan pasar lokal, dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di berbagai daerah. Hubungan tersebut diharapkan membantu menjaga kestabilan harga serta menyediakan pasar yang lebih pasti bagi nelayan kecil.

Tag: Makan Bergizi Gratis, perikanan, Sabang, nelayan, pangan lokal