Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Kesenjangan Talenta STEM Indonesia Masih Lebar di Asia

2026-10-09 06:06 WIB · aindari · 👁 348 dibaca

Agus Harimurti Yudhoyono menyebut tenaga kerja berbasis sains dan teknologi di Indonesia baru mencapai sekitar 20 persen, jauh di bawah Malaysia dan Tiongkok.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan porsi sumber daya manusia Indonesia yang memiliki basis sains, teknologi, rekayasa, dan matematika masih sekitar 20 persen. Angka tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-12 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis.

Menurut AHY, capaian Indonesia masih berada di bawah dua negara pembanding di kawasan Asia. Malaysia tercatat memiliki proporsi SDM berbasis STEM sebesar 43,5 persen, sedangkan Tiongkok mencapai 41 persen. Perbandingan itu menunjukkan masih besarnya kebutuhan Indonesia untuk memperkuat pendidikan, keterampilan, serta kapasitas tenaga ahli di bidang terkait.

AHY menilai kualitas modal manusia, kemampuan menguasai teknologi, dan daya dorong inovasi merupakan unsur penting dalam kemajuan sebuah negara. Dalam konteks tersebut, ITK diharapkan berperan sebagai penggerak pengembangan teknologi, inovasi, dan transformasi, khususnya bagi Kalimantan serta Indonesia secara lebih luas.

ITK didirikan dan diresmikan oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada 6 Oktober 2014. Peran kampus tersebut dinilai semakin strategis karena Kalimantan diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus ruang pengujian transformasi nasional. Agenda yang disebut mencakup pengembangan energi, hilirisasi industri, ekonomi hijau, ekonomi maritim, dan pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Dalam acara yang sama, Rektor ITK Agus Rubiyanto meminta perhatian pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mendukung pemenuhan lahan kampus serta pembangunan fasilitas gerbang utama. Bagi pihak kampus, gerbang tersebut tidak hanya dipandang sebagai bangunan, tetapi juga lambang keterbukaan ITK dalam menyambut talenta dari berbagai wilayah Indonesia yang ingin belajar di Kalimantan.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyatakan pemerintah provinsi siap mengawal penyediaan lahan dan dukungan anggaran untuk fasilitas tersebut. Ia juga berharap jumlah mahasiswa ITK terus bertambah dari posisi saat ini yang berada di kisaran 9.000 orang, sehingga kampus dapat mencetak lebih banyak tenaga ahli lokal. Peringatan dies natalis itu turut diisi peresmian simbolis konsorsium ITX, yang mempertemukan ITK, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Institut Teknologi Sumatera dalam kolaborasi antarinstitut teknologi negeri.

Tag: Pendidikan, STEM, ITK, Kalimantan Timur, SDM