Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Digitalisasi Bansos Bali Masih Bergantung pada Pendampingan Agen

2026-10-09 17:04 WIB · aindari · 👁 886 dibaca

Sebanyak 93,35 persen kepala keluarga yang mendaftar melalui portal Perlinsos di Bali tercatat memperoleh bantuan dari agen di lapangan.

Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat sebagian besar pendaftaran melalui portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Bali berlangsung dengan dukungan agen. Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Komdigi Mira Tayyiba menyebut 93,35 persen kepala keluarga yang masuk dalam sistem mendapatkan pendampingan ketika melakukan pendaftaran. Data tersebut disampaikan dalam uji coba program Perlinsos di Kabupaten Badung, Bali, Jumat.

Peran pendamping diperkuat oleh 12.187 agen aktif yang membantu masyarakat mengakses layanan digital tersebut. Para agen mendampingi proses pendaftaran secara langsung, termasuk membantu warga yang belum terbiasa menggunakan layanan daring. Temuan ini menunjukkan bahwa perluasan layanan digital tidak cukup dilakukan dengan menyediakan portal dan infrastruktur teknologi.

Kondisi itu tetap terlihat meski 80,88 persen masyarakat Bali telah menggunakan internet dalam aktivitas sehari-hari. Menurut Komdigi, penerapan digitalisasi juga membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan serta keterlibatan pihak-pihak di tingkat lokal. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Bali mengerahkan perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan agen Perlinsos untuk mendukung proses tersebut.

Waktu pelayanan turut disesuaikan dengan kegiatan warga. Layanan pendaftaran dibuka hingga sore dan malam hari agar masyarakat memiliki kesempatan mengakses portal di luar jam kesibukan mereka. Bagi Komdigi, pengalaman Bali memperlihatkan bahwa tujuan digitalisasi adalah memastikan manfaat layanan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya membangun sistem teknologi.

Dari sisi sistem, Komdigi menyatakan penguatan portal Perlinsos dilakukan secara berkala. Penguatan terbaru disebut telah selesai dilakukan sehari sebelum penyampaian keterangan tersebut. Langkah itu ditujukan agar portal mampu menangani jumlah akses yang lebih besar dan menjaga kelancaran pelayanan.

Bali menjadi provinsi pertama yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota dalam uji coba digitalisasi bantuan sosial. Hingga minggu pertama Oktober, sebanyak 652.858 kepala keluarga telah mendaftar melalui portal Perlinsos. Jumlah itu setara dengan 50,52 persen dari seluruh kepala keluarga yang tercatat di Bali dan menempatkan provinsi tersebut sebagai salah satu daerah dengan cakupan pendaftaran tertinggi secara nasional.

Tiga wilayah dengan pendaftaran terbanyak di Bali adalah Kabupaten Buleleng, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Badung. Di Badung, jumlah pendaftar mencapai 66.970 kepala keluarga. Komdigi mengapresiasi kerja bersama pemerintah daerah dan unsur masyarakat di Bali, serta berharap pola tersebut dapat dipertahankan dan dikembangkan sebagai rujukan bagi pelaksanaan digitalisasi bantuan sosial berikutnya.

Tag: Perlinsos, digitalisasi bansos, Komdigi, Bali, agen pendamping