Konsumsi Domestik dan Ekspor Sawit Indonesia Menguat pada Agustus 2026
2026-10-09 17:04 WIB · aindari · 👁 942 dibaca

Gapki mencatat konsumsi dalam negeri, volume ekspor, dan nilai perdagangan produk sawit meningkat pada Agustus 2026, dengan kenaikan konsumsi biodiesel menjadi salah satu pendorongnya.
Perdagangan dan pemakaian minyak sawit Indonesia menunjukkan penguatan pada Agustus 2026. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) melaporkan konsumsi domestik mencapai 2,304 juta ton, bertambah 1,28 persen dibandingkan capaian Juli yang berada di level 2,275 juta ton. Kenaikan bulanan tersebut terutama berasal dari kebutuhan untuk biodiesel.
Konsumsi sawit untuk sektor biodiesel tercatat 1,350 juta ton pada Agustus, naik 5,03 persen dari 1,285 juta ton pada bulan sebelumnya. Dengan perkembangan itu, penggunaan sawit di dalam negeri selama Januari hingga Agustus 2026 mencapai 17,523 juta ton. Angka tersebut meningkat 6,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, ketika konsumsi tercatat 16,406 juta ton.
Pada pasar luar negeri, ekspor seluruh produk sawit mencapai 3,588 juta ton pada Agustus. Volume ini lebih tinggi 12,56 persen dibandingkan Juli yang sebesar 3,188 juta ton. Produk olahan minyak sawit menjadi penyumbang terbesar kenaikan, dengan volume 2,643 juta ton, dibandingkan 2,296 juta ton pada bulan sebelumnya atau bertambah 15,12 persen.
Ekspor minyak sawit mentah atau CPO juga meningkat 31,83 persen, dari 249 ribu ton pada Juli menjadi 329 ribu ton pada Agustus. Sementara itu, pengiriman produk olahan minyak inti sawit atau PKO bertambah 14,58 persen menjadi 113 ribu ton dari 99 ribu ton. Secara akumulatif, ekspor produk sawit selama delapan bulan pertama 2026 mencapai 23,370 juta ton, naik 2,97 persen dari 22,696 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan volume tersebut diikuti pertumbuhan nilai perdagangan. Nilai ekspor pada Agustus mencapai 4,29 miliar dolar AS, meningkat 12,62 persen dibandingkan Juli yang sebesar 3,81 miliar dolar AS. Sepanjang Januari-Agustus 2026, nilainya mencapai 27,55 miliar dolar AS, lebih tinggi 11,14 persen dibandingkan 24,78 miliar dolar AS pada 2025. Gapki menyebut perbaikan harga ekspor turut mendukung kenaikan tersebut.
Berdasarkan tujuan pengiriman, peningkatan ekspor dari Juli ke Agustus antara lain tercatat ke Pakistan sebesar 265 ribu ton, India 89 ribu ton, Rusia 77 ribu ton, Bangladesh 66 ribu ton, dan Malaysia 38 ribu ton. Di sisi persediaan, stok awal tahun sebesar 2,068 juta ton ditambah produksi Januari-Agustus sebanyak 40,997 juta ton serta impor 43 ribu ton. Setelah dikurangi konsumsi domestik dan ekspor, stok akhir Agustus berada di 2,214 juta ton.
Tag: minyak sawit, ekspor sawit, biodiesel, CPO, Gapki