Pentagon Susun Opsi Operasi Tiga Hari terhadap Iran, Keputusan Trump Belum Final
2026-10-09 21:32 WIB · aindari · 👁 830 dibaca

Amerika Serikat menyiapkan skenario serangan singkat terhadap fasilitas rudal, drone, energi, dan militer Iran, tetapi Presiden Donald Trump menyatakan belum akan menyerang sebelum pemilu paruh waktu 3 November 2026.
Pentagon menyiapkan rancangan operasi militer intensif selama sekitar tiga hari terhadap Iran. Rencana itu belum menjadi keputusan final, sementara jalur diplomatik antara Washington dan Teheran masih berjalan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya tidak akan melancarkan serangan sebelum pemilu paruh waktu pada 3 November 2026.
Menurut laporan The New York Times pada Kamis (8/10), opsi yang disusun militer Amerika Serikat mencakup serangan terhadap persenjataan rudal dan drone Iran, fasilitas energi, serta sejumlah instalasi militer. Sasaran tersebut dirancang untuk menghadapi kemampuan militer Iran dalam operasi singkat dengan intensitas tinggi.
Pembahasan mengenai rencana itu berlangsung dalam pertemuan pejabat senior keamanan nasional di Camp David pada Jumat (2/10). Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance dan dihadiri pejabat yang mengetahui rincian usulan operasi. Salah satu perhatian utama ialah persenjataan rudal dan drone Iran yang sebagian telah dibangun kembali oleh Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.
Selain persenjataan, fasilitas energi Iran serta pos komando dan markas IRGC juga tercantum sebagai sasaran potensial. Secara terpisah, Axios melaporkan bahwa Pentagon memerintahkan Komando Pusat AS (CENTCOM) menuntaskan persiapan untuk kemungkinan kelanjutan operasi tempur besar terhadap Iran. Perintah itu tidak memuat jadwal serangan tertentu.
Trump masih belum menetapkan apakah operasi tersebut akan dilaksanakan. Dalam unggahan di Truth Social pada Kamis (8/10), ia menyampaikan bahwa Amerika Serikat dan Iran sedang menjalankan pembicaraan yang produktif. Pernyataan itu menegaskan bahwa penyusunan opsi militer berlangsung bersamaan dengan upaya diplomatik, bukan sebagai keputusan perang yang telah dipastikan.
The New York Times juga melaporkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir Trump berulang kali menolak usulan untuk kembali melakukan operasi militer besar terhadap Iran. Meski demikian, ia memerintahkan Pentagon menyusun pilihan baru sebagai bagian dari kesiapan menghadapi perkembangan situasi.
Kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah diperkirakan meningkat dalam beberapa pekan mendatang. Tiga kapal induk AS disebut kemungkinan berada di kawasan tersebut. Pergerakan itu dapat memengaruhi sentimen keamanan regional dan meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi eskalasi, tetapi belum menjadi bukti bahwa serangan telah diputuskan.
Tag: Amerika Serikat, Iran, Pentagon, Donald Trump, Timur Tengah