DPR Minta Investasi AI di Batam Perkuat Tenaga Kerja dan Infrastruktur Lokal
2026-10-10 06:02 WIB · aindari · 👁 479 dibaca

Rahmat Saleh meminta pemerintah memastikan investasi pusat data di Batam memberi manfaat bagi masyarakat Kepri melalui lapangan kerja, peningkatan keterampilan, serta dukungan energi dan air.
Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh meminta pemerintah mengawal investasi kecerdasan buatan (AI) dan pusat data di Batam, Kepulauan Riau, agar tidak berhenti pada pembangunan fasilitas teknologi. Menurut dia, proyek tersebut perlu memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama melalui kesempatan kerja dan peningkatan kemampuan tenaga kerja lokal.
Rahmat menyampaikan pandangan itu dalam rapat kerja Komisi VI DPR bersama mitra BUMN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Jumat. Ia menilai besarnya nilai investasi di sektor teknologi belum tentu menghasilkan lapangan kerja dalam jumlah sebanding karena operasional infrastruktur AI bergantung pada teknologi tinggi.
Batam kini semakin dilirik perusahaan teknologi untuk pengembangan infrastruktur AI dan pusat data. Rahmat mengingatkan, proyek berskala besar biasanya membutuhkan banyak pekerja ketika fasilitas dibangun, tetapi kebutuhan tersebut dapat menurun setelah pusat data mulai beroperasi. Kondisi itu dinilai berisiko membuat masyarakat setempat hanya memperoleh manfaat pekerjaan dalam waktu terbatas.
Karena itu, ia mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperkuat posisi tawar saat berunding dengan investor. Kesepakatan investasi, menurut Rahmat, perlu memuat peluang kerja bagi warga Kepulauan Riau sekaligus program yang meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia agar dapat mengisi kebutuhan di perusahaan teknologi tersebut.
Rahmat juga meminta investor ikut mendukung pembangunan infrastruktur daerah, khususnya penyediaan listrik dan air bersih. Pusat data membutuhkan pasokan energi dan air dalam jumlah besar sehingga kesiapan infrastruktur menjadi tantangan apabila tidak diimbangi pembangunan yang memadai. Keterlibatan swasta dalam penyediaan infrastruktur dinilai dapat membantu daerah mengurangi ketergantungan pada pembiayaan APBD dan APBN. Ia menyebut Singapura sebagai contoh negara yang melibatkan investasi swasta dalam pengembangan infrastruktur perkotaan.
Salah satu perusahaan yang mengembangkan pusat data di Batam adalah DayOne. Pada April 2026, perusahaan itu bekerja sama dengan PLN Batam untuk mendukung kebutuhan listrik fasilitas pusat data di kawasan Kabil. BP Batam menyatakan kerja sama tersebut mencakup penyediaan listrik berkapasitas 511 megavolt ampere (MVA), setara sekitar 450 megawatt (MW), yang akan direalisasikan secara bertahap pada 2026 hingga 2027. Rahmat tetap mendukung pengembangan investasi di Batam sebagai kawasan strategis dan salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045, dengan catatan manfaatnya juga dirasakan Kepri.
Tag: investasi AI, Batam, tenaga kerja lokal, pusat data, infrastruktur